MUI Gowa dan Thariqat Tajul Khalwatiayah Syekh Yusuf Berdamai

Kamis, 06 Februari 2020 | 15:49 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Junaid - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupten Gowa dan Thariqat Tajul Khalwatiayah Syekh Yusuf sepakat berdamai. Perdamaian keduanya digelar di Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Kamis (6/2/2020).

Ketua MUI Kabupaten Gowa, KH Abubakar Paka mengatakan bahwa perdamaian keduanya terjadi setelah dilakukan beberapa kali pertemuan. Ia berharap dengan adanya kesepakatan untuk berdamai tersebut kedepan baik MUI mapun Thariqat Tajul Khalwatiayah Syekh Yusuf bisa membanguan komunikasi dengan baik.

KH Abubakar Paka yang juga Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Guppi Samata Kabupaten Gowa ini berharap kedepan Thariqat Tajul Khalwatiayah Syekh Yusuf bisa lebih tersebuka.

“Selanjutnya kita akan membangun komunikasi, itu bagusnya karena ada kesepakatan seperti itu. Kalau perlu suatu saat ada kegiatannya undanglah MUI dan sebaliknya itu juga kita biasa mengundang,” kata KH Abubakar Paka.



Hal senada juga disampaikan oleh Penasehat Hukum Thariqat Tajul Khalwatiayah Syekh Yusuf, Muhammad Isra. Ia berharap kedepan MUI dan pihak Tajul Khalwatiayah Syekh Yusuf untuk bisa berkordiansi dan mencocokan apa yang dianggap berbeda.

“Mungkin sebtulanya untuk meluruskan hal seperti itu, dari pihak Majelis Ulam dan pihak Tajul Khalwatiayah Syekh Yusuf boleh berkoordinasi kedepan untuk mencocokkan. Yang namanya perbedaan pendapat dalam Islam itu biasalah,” jelasnya.

Sebagai Penasehat Hukum Thariqat Tajul Khalwatiayah Syekh Yusuf, Muhammad Isra pada kesempatan tersebut mencabut somasi yang sempat dikeluarkan beberapa waktu lalu untuk MUI. Ia juga meminta maaf jika dalam somasi tersebut terdapat kata- kata yang menyinggu MUI Kabupaten Gowa.

Sementara itu, Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni Kr Kio mengaku sangat mengapresiasi atas perdamaian kedua bela pihak. Ia berharap kesepakatan yang terjadi antara keduanya dapat berjalan dengan baik. Abd Rauf juga berharap kedua bela pihak juga saling introspeksi diri.

“Tentu kita berhara kedua bela pihak ini saling intrispeksi diri. Apa yang dianggap salah kita perbaiki karean kita ini umat Islam. Tentu kita berharap bagaiman ini bisa sesuai dengan ajaran ajaran Islam yang sebenarnya dan tentu kita berterima kasih kepada kelompok Puang La’lang dan MUI yang telah sepakat untuk berdamai,” ujarnya.(*)


BACA JUGA