#

Di Hadapan Dewan, Direktur PDAM Bulukumba Akui Perlu Pembenahan SDM

Jumat, 07 Februari 2020 | 21:53 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM – Direktur PDAM Kabupaten Bulukumba Muhammad Nur, mengaku bahwa memang perlu dilakukan pembenahan di internal PDAM.

Salah satunya adalah sumber daya manusia yang ada. Ia juga mengaku bahwa PDAM Bulukumba saat ini butuh orang-orang yang lebih visioner.

Hal ini disampaikan Muhammad Nur di hadapan para anggota komisi B DPRD Bulukumba saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang kisruh air bersih di sejumlah desa di Kecamatan Bonto Bahari, Bulukumba, pada Jumat (7/2/2020).

“Hambatan kami di PDAM itu karena sumber daya manusianya (SDM). Pegawai saat ini hanya rata-rata tingkat pendidikanya standar dan berdasar dengan pengalaman,” ungkapnya.



Olehnya itu, ia mengaku sangat membutuhkan pegawai teknis yang memapu menguasai satu bidang tertentu.

“Misalnya pegawai yang menguasai IT, mesin agar kerja PDAM itu terarah,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi B DRPD Bulukumba, Fahidin HDK mengatakan, RDP yang dilaksanakan oleh pihaknya menghasilkan beberapa keputusan.

Salah satunya, jika PDAM tidak memberi perubahan drastis selama sebulan kedepan, maka direktur PDAM diminta mundur dari jabatannya.

“Kemudian masalah yang terjadi di Bontobahari, adalah masalah pompa air yang rusak. Dan RDP sudah menemukan dua solusi,” kata Fahidin.

Pertama, jika jenis mesin yang digunakan sama dengan mesin pribadi milik ketua DPRD Bulukumba H Rijal, maka akan dipinjamkan sementara.

Peminjam tersebut, sampai proses tender mesin di dinas terkait yang menggunakan dana DID selesai.

“Kedua, mesin pompa PDAM itu memang pantas rusak, karena tidak pernah berhenti bekerja. Seharusnya ada cadangan mesin, setiap enam jam berhenti dan diganti mesin lain. Agar mesin pompa kita tidak bekerja 24 jam,” jelas Fahidin.

Olehnya itu, masalah paling mendasar adalah soal leadership atau kepemimpinan, manajemen dan sumber daya manusia (SDM) belum bagus.(*)


BACA JUGA