Gelandang PSM Makassar, Rasyid Bakri dalam Meet and Great Aqua Danone Nations Cup (DNC) 2020 Regional Makassar yang digelar di Stadion Internasional Barombong, Minggu (08/03/2020)/FOTO/AGUNG EKA/GOSULSEL.COM

Sempat ke Perancis, Begini Cerita Rasyid Bakri Soal Pengalaman Ikut Aqua DNC

Minggu, 08 Maret 2020 | 21:38 Wita - Editor: Dilla Bahar -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Gelandang PSM Makassar, Rasyid Bakri bercerita mengenai pengalamannya semasa ikut dalam Aqua Danone Nations Cup (DNC) pada tahun 2005. Ia mengaku bahwa dari DNC lah, dirinya mampu mengubah jalan hidupnya.

Berawal dari masuk Sekolah Sepakbola (SSB) Makassar Footbal School (MFS), timnya mencoba peruntungan dalam DNC 2005. Tak disangka, MFS kala itu berhasil meraih juara DNC Indonesia dan berhak mendapatkan tiket ke Perancis untuk melawan puluhan tim dari berbagai negara.

“Pertama kalinya naik pesawat, pertama kalinya ke Jakarta, dan juga pertama kalinya saya naik pesawat,” katanya saat ditemui usai Meet and Great Aqua DNC 2020 Regional Makassar di Stadion Internasional Baromong, Minggu (08/03/2020).

Ketika di Perancis, dirinya tak menyangka jika harus melawan beberapa tim kuat yang mewakili tiap negara di Eropa. Kata Rasyid, postur tubuh para pemain benua biru itu sangat besar dan tinggi.



Padahal ini hanya merupakan kompetisi umur 12 tahun. Sementara, timnya yang berisikan pemain yang memiliki postur tubuh kecil. Kendati demikian, perbedaan tersebut tak menyurutkan niatnya untuk tetap berkompetisi di DNC Dunia 2005. Meski pada akhirnya, timnya harus kalah dalam 34 besar.

“Pemainnya kan tinggi-tigggi. tapi kita tidak pernah takut, kita terus berjuang,” ujarnya.

Dari situlah, ia bertekad untuk terus berlatih dan ingin menapaki karir sebagai pesepakbola profesional. Hingga akhirnya, masuk di tim besar yakni PSM Makassar. Debut profesional dimulainya ketika melawan Persiba Bantul di Stadion Mattoanging pada laga Indonesia Primer League (IPL) Desember 2011 lalu.

Lanjut, ia pun mengatakan bahwa anak-anak harus mulai melakukan kegiatan positif di luar rumah. Misalnya saja jika mereka ingin menjadi pesepakbola, para anak-anak harus giat berlatih dan tak lupa melaksakan ibadah serta meminta restu dari kedua orang tua.

“Seperti motto DNC Cup saat ini yaitu saatnya main di luar, makanya anak-anak harus bisa melakukan kegiatan positif di luar rumah, kalau mau jadi pemain bola, yah harus terus latihan, selalu salat lima waktu, dan minta orang tua,” lanjutnya.

Hingga kini, Rasyid Bakri sering menjadi tumpuan di lini tengah dalam tim PSM Makassar. Meski ia harus mendapat cedera pada pertandingan beberapa waktu yang lalu, namun dirinya tetap optimis dan terus berjuang demi tim kebanggaan yang telah membesarkan namanya itu. (*)

*Reporter: Agung Eka


BACA JUGA