Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Sulsel, Suparji memberikan keterangan pers soal pembatalan Peringatan Hari Air Dunia tingkat Nasional dan Provinsi, Minggu, 15 Maret 2020.

Cegah Virus Corona, BBWSPJ Sulsel Batalkan Peringatan Hari Air Dunia

Minggu, 15 Maret 2020 | 19:59 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Rusli - GoCakrawala

MAKASSAR, GOSULSEL.COM-Virus korona yang menyebar masif ke sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia membawa kekhawatiran luar biasa.

Sejumlah agenda nasional pun batal terlaksana. Salah satunya Peringatan Hari Air Dunia tingkat Nasional di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), 22 Maret 2020 mendatang.

Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Basuki Hadimuljono telah menyampaikan kepada seluruh pejabat di jajarannya bahwa Peringatan Hari Air Dunia Tingkat Nasional tahun ini ditiadakan.

Keputusan Menteri PUPR RI itu berlaku untuk seluruh provinsi di tanah air. Termasuk di Sulsel. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Dirjen SDA Kementrian PUPR RI, Suparji menyatakan, upacara Peringatan Hari Air Dunia tingkat Provinsi Sulsel, Rabu, 18 Maret 2020 ditiadakan.



“Jadi sesuai pesan yang disampaikan Pak Menteri PUPR melalui whatshapp (WA) ke Sesdirjen SDA, mengimbau bahwa kegiatan Peringatan Hari Air Dunia tingkat Provinsi agar ditiadakan,” ujar Suparji disela-sela kegiatan Fun Bike BBWSPJ dalam rangka menyambut Hari Air Dunia XXVIII, Minggu, (15/3/2020)

Suparji mengutarakan, penyampaian pembatalan puncak Peringatan Hari Air Dunia oleh Menteri PUPR itu karena mengantisipasi virus Korona. “Berdasarkan undangan, semua Kepala Balai se-Indonesia, seyogyanya sudah harus berangkat di NTT tanggal 20 Maret. Sebab, besoknya 21 Maret ada acara sarasehan dimana Menteri PUPR RI tampil sebagai narasumber,” bebernya.

Meski demikian, kegiatan dalam rangka menyambut Hari Air Dunia XXVIII tahun 2020 yang telah diagendakan oleh BBWSPJ tetap berjalan. Diantaranya Fun Bike dan donor darah.

“Fun Bike hari ini tetap kita adakan. Lanjut besok pagi donor darah. Hanya penanaman pohon dan upacara Hari Air Dunia tingkat Provinsi kita pastikan tiadakan,” pungkas Suparji. (*)


BACA JUGA