Tagana Kabupaten Gowa di Lokasi Karantina peserta Ijtima, Senin 23 Maret 2020/ist.

Tagana Gowa Pastikan Akan Penuhi Kebutuhan Pangan Peserta Ijtima Selama Karantina

Selasa, 24 Maret 2020 | 13:25 Wita - Editor: Dilla Bahar -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM -Tim Dapur Umum Lapangan (Tim Dumlap) Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Gowa hingga saat ini masih bertugas di Asrama Haji Sudiang Makassar, Senin (23/03/2020).

Kepala Seksi Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Sofyan mengatakan kehadirannya disana untuk membantu melayani ribuan jamaah peserta Ijtima Zona Asia 2020 di Kabupaten Gowa yang dipindahkan ke Asrama Haji Sudiang.

“Kami bekerjasama dengan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan dibawah koordinasi Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Pak Kasmin kami berada di sini sejak Kamis (19/03/2020) malam, sejak dipindahkan peserta Ijtima ulama ke Sudiang,” kata Sofyan.

Sofyan menyebutkan pihaknya bersama Tim Dumlap Tagana Gowa akan terus berada di Asrama Haji Sudiang hingga semua peserta Ijtima Zona Asia kembali ke daerahnya masing-masing.



Hingga saat kata Sofyan, peserta Ijtima Zona Asia yang dikarantina di Asrama Haji Sudiang sudah berangsur-angsur berkurang dan diperkirakan besok semua sudah kembali ke daerahnya masing-masing.

“Mulai hari pertama kurang lebih Sekitar 2.000 orang kita layani, kemarin kami masih siap kan nasi 800 bungkus. Saat ini kami masih di lokasi Insya Allah sampai besok. Karena info dari Dinas Sosial Provinsi Sulsel, sampai besok, hari Selasa,” jelasnya.

Selain Tim Dumlap Tagana Gowa, sejak hari pertama hingga hari ini, Sofyan menyebutkan juga hadir Tim Dumlap dari Kabupaten Maros, Tim Dumlap TNI Kostrad dan Kodam XIV HasAnuddin serta BPBD Sul-Sel untuk penanganan karantina peserta Ijtima Zona Asia 2020.

“Kita dari Gowa 1 mobil dan dari Kodam XIV Hasanuddin juga 1 set. Sementara untuk anggota Tagana Gowa ada sekitar 20 orang, begitupun anggota Tagana Maros dan Tagana Provinsi Sulsel ada 20 orang. Kemudian Pelopor Perdamaian 5 orang dari Kabupaten Gowa, Maros 5 orang dan dari Makassar 5 orang,” tambahnya.

Sebelumnya, usai ditunda pelaksanaannya di Desa Nirannuang Kecamatan Bontomarannu, ribuan peserta Ijtima Zona Asia 2010 dipindahkan di dua tempat berbeda di Makassar untuk menjalani karantina. Untuk warga negara asing (WNA) di tempatkan di Hotel Grand Sayang milik Pemerintah Provinsi Sulsel, sementara untuk warga negara Indonesia (WNI) ditempatkan di Asrama Haji Sudiang.(*)

*Reporter: Sandi Darmawan


BACA JUGA