Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat Konferensi Pers di Rumah Pribadinya, Kamis (19/3/2020)

Gubenur Sulsel Sebut Lab Unhas Mampu Periksa Hingga 1.000 Spesimen Covid-19

Kamis, 09 April 2020 | 14:02 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Di Sulawesi Selatan (Sulsel), Laboratorium Universitas Hasanuddin diketahui kini dapat memeriksa swab atau spesimen dari pasien Corona atau Covid-19. Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menyebut, bahwa Lab tersebut mampu memeriksa hingga 1.000 spesimen.

Hal tersebut dikatakannya saat meninjau Rumah Sakit (RS) Unhas, Rabu (08/04/2020). Dalam peninjauannya, ia mengaku rupanya Lab Unhas mampu memeriksa banyak spesimen. Tak ayal, jika nantinya kasus positif pun terus meningkat.

Laboratorium Mikrobiologi Klinik RS Unhas merupakan tempat pemeriksaan spesimen para pasien Covid-19. Lab ini sendiri pun telah berstandar Bio Safety Level (BSL)-2 dan BSL-3. Untuk uji Covid-19, standar keamanan lab yang disyaratkan adalah minimal BSL-2.

“Jadi pertama, kita ingin pastikan Unhas sebagai RS screening itu dapat berfungsi dengan baik. Kedua kita pastikan lab kita bekerja dengan optimal. Ternyata lab Unhas ini bisa sampai 1.000 sampel per hari. Kenaikan kasus positif karena jumlah sampel yang dites semakin banyak,” katanya.



Selain Lab-nya yang sudah memadai, Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini juga menjelaskan, bahwa RS Unhas akan disiapkan sebagai tempat penanganan bagi pasien Covid-19 dengan gejala berat. Olehnya, pengecekan pun dilakukan untuk melihat kesiapan RS Unhas.

“Kemarin itu saya sudah jelaskan bahwa kita ingin melakukan penanganan Covid-19 ini dengan pertama kita sudah menetapkan rumah sakit rujukan. Kedua, tidak semua pasien Covid-19 ke rumah sakit rujukan untuk dirawat. Rumah Sakit Dadi dan Rumah Sakit Sayang Rakyat diperuntukkan bagi pasien yang sedang, positif tapi tidak berat. Sementara untuk pasien yang berat atau ada komplikasi kita siapkan RS Unhas dan RS Wahidin,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Direktur RS Unhas, Syafri Kamsul menjelaskan bahwa Tim Satgas Covid-19 Unhas ini diharapkan bisa bersinergi dengan Satgas Provinsi. Terutama dalam hal pendataan, screening, tracing, hingga perawatan.

“Kami sejak awal melakukan screening dan perawatan, selain itu Satgas Unhas juga telah melakukan kajian-kajian berdasarkan data yang ada. Maka kami mengajukan tiga rekomendasi untuk kita lakukan bersama-sama, yaitu pembatasan aktivitas warga, penyiapan wisma isolasi bagi OTG/ODP/PDP, dan proteksi bagi populasi rentan, yaitu usia lanjut, memiliki penyakit hipertensi, DM, penyakit jantung, dan ginjal,” katanya. (*)


BACA JUGA