Kegiatan sosialisasi cuci tangan dengan sabun di salah satu Kampung siaga Corona di Wilayah Tinggimoncong/ist.

Terapkan PSBK, Camat Tinggimoncong Bentuk 300 Kampung Siaga Corona Tingkat RW

Senin, 13 April 2020 | 14:10 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Sandi Darmawan - Gosulsel.com

GOWA, GOSULSEL.COM – Sebanyak 300 Kampung Siaga Corona di tingkat RW telah dibentuk masyarakat dan pemerintah setempat Kecamatan Tinggimoncong.

Pembentukan kampung siaga ini merupakan implementasi dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK) yang diinstruksikan Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di kecamatan.

“Ini instruksi Bapak Bupati Gowa agar bagaimana penerapan PSBK bisa sampai hingga ke tingkat desa, kelurahan bahkan sampai RT/RW,” kata Camat Tinggimoncong Andry Mauritz dikonfirmasi, Senin (13/04/2020).

Tak hanya itu, langkah ini pula sebagai komitmen bersama masyarakat, pemerintah dan stakeholder lainnya yang ada di wilayah berjuluk Kota Bunga ini dalam menangani dan menekan penularan virus corona atau Covid-19.



Menurut Andry, Kampung Siaga Corona ini menjadi sentra edukasi kepada warga tentang bagaimana dan langkah-langkah apa yang perlu dilakukan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Misalnya mulai dari cara mencuci tangan yang benar sesuai dengan standar kesehatan, melakukan physical distancing atau menjaga jarak, membiasakan hidup bersih dan lainnya.

“Kami telah bergerak massif menangani penyebaran wabah ini agar tidak semakin luas,” terangnya.

Sebelumnya, bentuk pencegahan lain yang telah dilakukan Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong seperti menutup sejumlah tempat wisata yang ada. Antara Air Terjun Ketemu Jodoh, Malino Highland, Hutan Pinus Malino, Perkemahan Lembanna, dan Air Terjun Takapala.

Selain itu, memperketat pemeriksaan terhadap warga yang masuk. Bahkan pihaknya menyiapkan pemeriksaan di tiga pintu masuk Kota Malino untuk membatasi masyarakat maupun pengunjung.

Berdasarkan data Pusat Informasi Covid-19 di Kecamatan Tinggimoncong hingga saat ini terdapat Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 19 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 1 orang.(*)


BACA JUGA