ACT Sulawesi Selatan menyalurkan swab booth ke RSUD Kota Makassar, Senin (20/4/2020)

Cegah Penularan Covid-19, ACT Sulsel Salurkan Swab Booth ke RSUD Kota Makassar

Senin, 20 April 2020 | 23:24 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Beberapa waktu lalu, publik dikejutkan dengan kabar penularan Covid-19 terhadap 46 dokter di salah satu rumah sakit di salah satu provinsi di Jawa.

Penularan ini disinyalir akibat ketidakjujuran pasien yang datang berobat ke rumah sakit tersebut. Setelah ditelusuri, oknum warga yang menularkan wabah ini kepada para dokter di rumah sakit itu ternyata beberapa waktu sebelumnya berkunjung ke zona merah penularan Covid-19.

Dokter dan paramedis adalah garda terakhir penanganan Covid-19. Jika mereka tumbang akibat wabah ini, maka praktis upaya penanganan di rumah sakit akan terhambat. Jika dipikir secara logika, masyarakat justru adalah garda terdepan pemberantasan wabah ini. Mengapa demikian? Sebab guliran “bola panas” Covid-19 akan sampai ke rumah sakit jika virus ini tidak terbendung di masyarakat. Benteng di masyarakat akan jebol jika kesadaran warga terhadap penularannya kurang.

Di beberapa daerah, kita menemukan kasus di mana oknum-oknum warga masih sempat berkerumun di tengah belum dicabutnya instruksi social distancing. Ada juga oknum-oknum warga yang tidak mengindahkan prosedur safety ketika memutuskan harus keluar rumah, contohnya dengan apa yang terjadi di Jawa Tengah tersebut. Secara tidak langsung, dapat dikatakan bahwa kesadaran masyarakat adalah salah satu kunci utama terputusnya rantai penularan Covid-19.



Salah satu bentuk dari kesadaran masyarakat bisa dilihat ketika banyak orang yang berbondong-bondong terlibat dalam memberikan bantuan kemanusiaan baik kepada mereka yang terdampak secara ekonomi maupun kesehatan. Dimana-mana kita melihat rumah sakit dan unit-unit di bawahnya menjadi muara bantuan pangan dan perangkat APD (Alat Pelindung Diri), seperti halnya yang selama ini disalurkan melalui ACT (Aksi Cepat Tanggap).

Hari ini (20/4/2020), ACT Sulawesi Selatan menyalurkan swab booth ke RSUD Kota Makassar yang mana merupakan bantuan dari YBM (Yayasan Baitul Maal) PLN Punagaya Jeneponto. Perangkat ini berupa bilik steril tempat dimana petugas medis memeriksa pasien dari dalam sehingga resiko penularannya nihil.

Ketika memeriksa pasien dan harus mengadakan kontak fisik dengan pasien, petugas medis hanya perlu menjulurkan kedua tangannya ke arah pasien yang stand by di luar. Meski demikian, lengan petugas medis tetap dilindungi dengan sarung tangan safety yang dipasang di bilik tersebut sehingga tingkat keamanannya tetap tinggi. Dengan begitu, penggunaan pakaian APD safety bisa ditekan di tengah ketersediaannya yang memang terbatas di lapangan.

Penggunaan Swab Booth

Di Korea Selatan, penggunaan Swab Booth ini terbukti menekan jumlah paparan Covid-19 terhadap petugas medis. Dengan disalurkannya perangkat ini, diharapkan jumlah kasus paparan setidaknya di Sulawesi Selatan bisa ditekan ke angka nol. Menanggapi bantuan ini, dr. Ardin Sani, M.Kes selaku Direktur RSUD Daya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas penyaluran bantuan ini.

“Sudah lama kami ingin menyediakan bilik pemeriksaan seperti ini. Cuma karena beberapa alasan sehingga sampai sekarang kami belum menyediakannya. Kemudian tim ACT Sulsel datang membawa swab booth ini. Ini adalah bantuan yang sangat berharga. Dengan perangkat ini, kami juga tidak lagi sangat bergantung pada ketersediaan pakaian APD,” ujarnya.

Menanggapi penyaluran bantuan ini, Kepala Cabang ACT Sulsel, Faizal Agunisman menyelipkan harapannya tentang pentingnya sinergi umat di tengah pandemi ini.

“Wabah ini adalah ujian bersama. Maka ini bukan hanya tugas pemerintah saja untuk menghentikannya. Kita bahkan punya harapan besar bahwa semakin banyak lagi swab booth yang disalurkan ke unit-unit pelayanan Covid-19. Dan tentu saja ACT akan tetap berkomitmen menjadi jembatan yang menghubungkan para donatur dan penerima manfaat yang membutuhkan,” paparnya.(*)


BACA JUGA