Ilustrasi Pasien Terjangkit Virus Corona (Sumber: Internet)
#

Santri Asal Desa Garuntungan Bulukumba Dinyatakan Positif Covid-19

Sabtu, 25 April 2020 | 10:55 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Khaerul Fadli - Gosulsel.com

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM — Salah seorang santri (Ponpes) Al-Fatah Magetan, Jawa Timur yang berusia 18 tahun asal Desa Garuntungan, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dinyatakan positif terinfeksi virus Covid-19.
 
Hal tersebut dibenarkan Kasubag Humas dan Publikasi Pemkab Bulukumba, Andi Ayatullah Ahmad di grup humas Pemkab Bulukumba, Jumat (24/4/2020) kemarin.

Menurut Andi Ayatullah, pasien tersebut yang dinyatakan positif Covid-19 itu memang merupakan santri asal Bulukumba. 

“Iya betul santri tersebut asal Bulukumba sama yang dari Kabupaten Bone,” ucapnya melalui pesan watshaap di group Pemkab Bulukumba.

Kata Andi Ayatullah, pihaknya mengetahui setelah Tim Gugus Covid Provinsi Sulawesi Selatan memberikan informasi ke Gugus Covid Bulukumba, jika Bulukumba bertambah menjadi tiga orang pasien positif Covid. 



“Jadi sekarang tiga positif, dua sementara dirawat yang salah satunya jamaah tabligh dan anak santri yang baru pulang dari Jawa tapi belum sempat pulang kampung, satunya sudah sembuh, itu yang warga Bontomasila,” jelasnya.

Meski demikian, lanjut  Andi Ayatullah, pasien yang merupakan santri Magetan, Jawa Timur itu, belum memasuki wilayah Bulukumba. Lantaran telah dikarantina terlebih dahulu di Kota Makassar. 

Santri Ponpes Al-Fatah Magetan, Jawa Timur ini adalah rombongan kedua berada di Kota Makassar sejak tanggal 18 April 2020 lalu. Selain itu, pada saat pemeriksaan, suhu tubuh santri tersebut diatas 38. Begitupun hasil rapid tes terdapat gejala. 

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, memantau langsung rapid tes ratusan santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Magetan, Jawa Timur, di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu (15/4/2020) lalu. 

Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Sulsel ini menjelaskan, penjemputan ratusan santri ini merupakan langkah pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Sulsel. 

Selain itu, salah satu jemaah ijtima kluster Kabupaten Gowa, inisial TU (22) warga asal Polman, Sulbar, dinyatakan positif Corona atau Covid-19. Dia pun akhirnya menjalani perawatan medis di Makassar.(*)


BACA JUGA