Pengamat Kebijakan Publik asal Unhas, Adnan Nasution

Dinilai Belum Efektif, Pengamat Minta PSBB Makassar Diperpanjang

Senin, 04 Mei 2020 | 16:16 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Makassar sudah memasuki hari kesebelas, Senin (4/5/2020). Akan tetapi, banyak pihak yang menyebut bahwa penerapannya masih belum efektif.

Seperti yang disampaikan oleh Pengamat Kebijakan Publik, Adnan Nasution. Ia menilai bahwa PSBB Makassar hingga kini belum efektif. Pasalnya, kasus positif Corona atau Covid-19 masih terus bertambah. 

“Belum berjalan secara efektif, yah terbukti banyaknya pasien pasien positif semakin bertambah itu artinya bahwa diluar sana PSBB ini belum berjalan secara baik. Sangat sedikit perubahan antara berlangsungnya PSBB dengan tidak,” ujarnya saat dihubungi, Senin (4/5/2020).

Padahal kebijakan ini sudah hampir berakhir pada 7 Mei nanti. Dengan kondisi yang ada saat ini, menurut Dosen FISIP Universitas Hasanuddin (Unhas) ini, masa penerapan PSBB mesti diperpanjang oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.



Sehingga, Pemkot bisa lebih fokus lagi dalam mengawal ketat penerapan PSBB ini. Kinerja mereka mesti maksimal jika tidak ingin penyebaran virus Corona semakin meluas.

“Sebaiknya PSBB ini diperpanjang lagi dan diperketat agar supaya ini bisa berjalan dengan baik. Salah satu indikator untuk menilai bahwa ini efektif atau tidak adalah semakin berkurang jumlah ODP dan PDP. Itu sebaiknya harus menurun yah dengan menurunnya seperti itu, itu mengindikasikan bahwa PSBB ini bisa maksimal,” lanjutnya. 

Ketika nantinya diperpanjang, ia pun menyarankan agar Pemkot juga menggelar rapid test secara menyeluruh ke semua warga. Dengan ini, pihaknya bisa dengan lebih cepat mengetahui status kesehatan kesehatan warganya. Jika terindikasi positif, maka segera dikarantina. 

“Diperpanjang lagi berikutnya yah lalu dilakukan karantina, karantina orang orang yang sudah terkena atau PDP ODP dan lain lain. Yah itu harus diperlakukan khusus, diperketat, kemudian rapid test harus dilakukan secara masif di seluruh Makassar ini. Karena hingga saat ini hanya sebagian kecil yang pernah rapid test, nah untuk mengetahui ODP dan PDP di Makassar itu sebaiknya harus dilakukan rapid test,” tutupnya.(*)


BACA JUGA