Mentan Syahrul Yasin Limpo hari Selasa (12/5) di ruang rapat Agriculture War Room (AWR) Kementan menyapa seluruh petani di kabupaten dalam rangka video conference Gerakan Percepatan Tanam Padi dan Jagung serentak seluruh Indonesia

Mentan SYL Pantau Gerakan Tanam Serentak di Enrekang, Produksi Padi-Jagung Aman

Selasa, 12 Mei 2020 | 22:25 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

ENREKANG, GOSULSEL.COM — Kabupaten Enrekang merupakan salah satu daerah yang berpartisipasi dalam Gerakan Tanam Padi dan Jagung serentak se-Indonesia yang dicanangkan Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL). Melalui video conference (vicon) di ruang rapat Agriculture War Room (AWR) Kementan, mantan Gubernur Sulawesi Selatan dua periode ini memantau langsung gerakan tanam tersebut, Selasa (12/5/2020).

Bupati Enrekang Muslimin Bando didampingi beberapa pejabat turun langsung di lokasi penanaman jagung di Kecamatan Maiwa dan melaporkan program itu kepada Mentan SYL via vicon. Di antaranya, panen jagung di Enrekang mencapai pada bulan Mei ini mencapai 11.750 hektar, sementara padi mencapai 5935 hektar.

“Namun capaian itu masih bisa ditingkatkan lagi. Karena itu Enrekang sangat siap melaksanakan program-program Kementan. Di Enrekang masih sangat banyak lahan tidur. Ini potensial dimaksimalkan, tentu dengan support pemerintah pusat dan daerah,” tuturnya.

Lebih lanjut Muslimin menegaskan kesiapan stok pangan di Enrekang selama 2020. Bahkan untuk beberapa komoditas seperti bawang merah, Enrekang siap menyuplai daerah lain di Indonesia.



Oleh karena itu, guna mendukung peningkatan produksi pangan, Muslimin mengajukan bantuan bagi para petani. Kepada Mentan SYL, ia mengharapkan adanya bantuan alsintan seperti traktor hingga mesin pengolah jagung.

“Khusus traktor-nya harus sesuai tipe-nya dengan kebutuhan petani dan kondisi lahan. Agar produktif dan maksimal,” sebutnya.

Sementara itu, SYL memuji para kepala daerah yang bersedia turun langsung memastikan gerakan tanam serentak terlaksana. “Kalau kepala daerah bersedia turun, mencium aroma sawah dan sungai, ini menandakan akan ada kemajuan bagi daerah itu,” ujar SYL.

Gerakan Tanam yang digagas Kementan, kata SYL merupakan salah satu bentuk antisipasi krisis pangan yang mengancam dunia, serta antisipasi kemarau panjang.

“FAO (organisasi pangan dunia, red) memprediksi terjadi krisis pangan pasca pandemi. BMKG juga memprediksi akan terjadi kemarau panjang. Karenanya, kita harus gencarkan tanam padi, jagung dan kebutuhan pangan lainnya. Sehabis panen, langsung tanam lagi. Jika ini kita bisa di-akselerasi, krisis pangan tidak akan menyentuh Indonesia,” tegas Syahrul.

Menteri yang 25 tahun menjadi kepala daerah ini mengatakan, pandemi Covid-19 saat ini turut menghantam sektor perekonomian. Sehingga kesuksesan pertanian menjadi demikian penting.

“Maka dari itu, pahlawan Covid-19 bukan hanya tenaga medis, tetapi juga para petani yang memastikan ketersediaan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia ditengah pandemi,” tandas Syahrul.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan gerakan tanam serentak ini merupakan terobosan Menteri Pertanian SYL dalam menghadapi pandemi virus corona sehingga ketersediaan pangan aman. Sasaran tanam padi dan jagung tahun 2020 cukup tinggi dibanding realisasi tahun sebelumnya.

“Langkah nyata agar mencapai keberhasilan sasaran tersebut, pertanaman padi bulan Mei sampai dengan September 2020 harus dioptimalkan. Gerakan tanam serentak ini pasti bisa mewujudkan hal tersebut,“ jelasnya.

Turut bergabung pada vicon gerakan tanam tersebut yakni Gubernur NTT, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah bupati se-Indonesia.(*)


BACA JUGA