Ikuti Gerakan Tanam Serentak Mentan, Bupati Suardi: Barru Siap Pemasok Beras

Kamis, 14 Mei 2020 | 15:04 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

BARRU, GOSULSEL.COM — Beberapa hari yang lalu, Bupati Barru Suardi Saleh secara langsung melaporkan kepada Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengenai kesiapan ketahanan pangan di daerahnya di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Hal tersebut dilaporkan melalui rapat online yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) bersama dengan, Komisi IV DPR RI, Gubernur dan Bupati se-Indonesia, serta melakukan gerakan tanam padi atau jagung serentak di Kelompok Tani Mattiro pura Lapao di Desa Binuang .

Bupati Barru Suardi Saleh melaporkan hasil produksi pertanian kabupaten berjuluk “Kota Hibridah” itu ke Mentan Syahrul. Untuk musim tanam gaduh ini, Kabupaten Barru menargetkan lahan dengan luas 8.797 hektar.

“Kami harapkan tidak ada halangan sampai dengan akhir tahun Kabupaten Barru bisa menyumbangkan hasil yang maksimal. Dan cukup untuk kita di Kabupaten Barru swasembada serta bahkan bisa mendukung daerah lain di Sulawesi Selatan juga,” ujar Suardi, Kamis (14/5/2020).

Suardi berkomitmen menjadikan Barru sebagai salah satu daerah penyuplai beras di Indonesia. Kepada Mentan, Suardi juga melaporkan kendala-kendala di lapangan sebagai wujud perlindungan terhadap masyarakat petani, seperti Permasalahan pompa air, pembuatan sumur tanah dalam dan dangkal, serta mesin pengolahan tanah.



Vidcom itu digelar dalam rangka Kampanye “Siap menjaga Pangan Indonesia”, sekaligus Gerakan Tanam Serentak di musim tanam 2020 yang dilakukan secara serentak di 77 titik dan diikuti oleh 22 Bupati dan 1 Gubernur.

Sementara Mentan Syahrul Yasin Limpo menegaskan persiapan pangan ini merupakan bagian dari solusi dimasa pandemi. Menghadapi kemarau yang panjang sesuai rekomendasi BMKG, setelah Covid-19 akan ada krisis pangan dunia. Dengan adanya program ini, mudah-mudahan krisis pangan tdk menyentuh masyarakat indonesia.

“Saya berharap lahan-lahan yang ada setelah panen segera disiapkan kembali lahannya. Percepat momentum sarana prasarana seperti pupuk, bibit dan sarana pertanian lainnya,” cetus Syahrul.

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menerangkan pada tahun 2020 secara nasional pemerintah mentargetkan luas tanam padi 11,66 juta ha, berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras. Untuk jagung, ditargetkan seluas 4,49 juta ha, berpotensi menghasilkan 24,17 juta ton pipilan kering.

Suwandi menambahkan dalam meningkatkan luas tambah tanam padi, pihaknya mendorong penyuluh untuk melaporkan perkembangan luas tanam di wilayah kerjanya secara berjenjang melalui sms kepada koordinator penyuluh dan KCD/KUPT Dinas Kecamatan.

“Begitupun dengan petugas untuk selalu mengirimkan laporan harian ke Dinas Pertanian Kabupaten/kota yang kemudian dilanjutkan ke Dinas Provinsi dan Pusat,” tuturnya.

“Dengan laporan ini, akan dijadikan sebagai indikator sejauh mana kita bekerja. Dengan begitu, target tanam yang kita tentukan terukur bisa dicapai,“ pinta Suwandi.(*)


BACA JUGA