Ilustrasi konsep new normal (Foto: Shutterstock)

PSBB Berakhir, Kota Makassar Masuki Kondisi New Normal

Minggu, 24 Mei 2020 | 21:04 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Makassar akhirnya berakhir pada tahap kedua. Tidak diperpanjangnya kebijakan ini, Makassar disebut telah memasuki kondisi New Normal.

Kondisi dimana masyarakat sudah harus menyesuaikan diri hidup dengan adanya pandemi Corona. Kebiasaan seperti selalu mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak dari kerumunan selama melakukan aktivitas akan terus dijalani.

Hal tersebut disampaikan oleh Ahli Epidemiologi Unhas, Ridwan Amiruddin. Ia menjelaskan, bahwa kondisi New Normal membuat kehidupan masyarakat berubah lantaran adanya pandemi Corona atau Covid-19.

“Hidup sekarang adalah hidup New Normal, sebuah konsep hidup yang jauh berbeda dengan gaya hidup sebelumnya. Bagaimana memenuhi kebutuhan hidup dasar dengan konsep kontak dengan orang lain yang seminimal mungkin,” ujarnya, Sabtu (23/5/2020).



New Normal, kata dia, masyakarat justru terbiasa dalam melakukan hal yang baik untuk menghindari virus Corona. Di Makassar, masyakarat dianggap akan terus melakukan imbauan Pemkot seperti mengenakan masker, mencuci tangan, dan menerapkan physical distancing.

“Kehidupan normal baru membawa kita untuk kultur gaya hidup baru yang lebih sehat; keluar mesti bermasker, pulang ke rumah mesti cuci tangan atau sering cuci tangan, physical distancing menjadi kehidupan baru,” lanjut Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas ini.

Terakhir, ia mengatakan, bahwa pandemi Corona mengajarkan masyakarat Makassar tentang pentingnya menjaga kesehatan demi keberlangsungan hidup. Selama pandemi, masyakarat harus mengubah kehidupannya.

“Semuanya tentang mencegah penyakit semuanya tentang kelangsungan hidup yang lebih baik dan berkualitas. Pada situasi pandemik ini, jangan pernah berpikir untuk kembali pada kehidupan sebelum pndemi ini, kehidupan telah berubah dan fleksibilitas terhadap perubahan itu yang membuat kita dapat survive,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA