Kendaraan roda empat tampak melintas di titik jalan rusak di Poros Pattallassang, Gowa, Senin, 25 Mei 2020. Lambannya penanganan jalan provinsi yang rusak disoroti masyarakat

Jalan Provinsi di Gowa Rusak Parah

Selasa, 26 Mei 2020 | 12:16 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM — Jalan provinsi di Kabupaten Gowa tidak nyaman dilintasi. Kondisinya cukup memprihatinkan. Sebagian besar rusak parah. 

Kerusakan parah itu sudah berlangsung lama. Hanya saja, sejauh ini tak ada perbaikan yang dilakukan Pemprov Sulsel. Titik jalan rusak dibiarkan begitu saja.

Hal ini pun jadi sorotan masyarakat saat Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah. Salah satu titik kerusakan cukup parah yaitu Jalan HM Yasin Limpo, Samata hingga perempatan Bu’rung-Bu’rung, Kecamatan Pattallassang.

Sepanjang jalur ini, banyak terdapat lubang di permukaan jalan. Kedalaman lubangnya cukup dalam. Pengendara mesti hati-hati. 



Begitupun di Poros Bilayya perbatasan Kecamatan Pattalassang dan Kecamatan Parangloe. Di titik ini, tingkat kerusakannya juga parah. Selain permukaan jalan berlubang, aspalnya pun terlihat terbongkar. Sangat membahayakan. 

Warga Dusun Sawagi, Kecamatan Pattallassang, Nurdin Bundu mengeluhkan kerusakan jalan tersebut. Ia menyoroti penanganan jalan yang lambat. 

“Tahun lalu saat Lebaran tidak begini. Kondisinya mulus. Biasanya pertengahan puasa, sudah ada penanganan dari Dinas PU. Tapi tahun ini tidak ada. Lamban sekali,” ujar Nurdin kepada Go Cakrawala, Selasa (26/5/2020).

Aktivis LSM Cipanas, Rusdi Aditia ikut menyoroti kerusakan jalan provinsi di Kabupaten Gowa. Menurut dia, selain lamban, Ia juga menilai kebijakan Dinas PU yang menempatkan satu PPTK pemeliharaan jalan untuk menangani lima wilayah sekaligus kurang tepat. 

“Mestinya posisi PPTK dievaluasi lagi. Satu ruas saja kadang kinerjanya tidak maksimal.  Apalagi kalau banyak. Ini lima kabupaten,” sorotnya.

PPTK Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah IV (Makassar, Gowa, Takalar, Maros dan Pangkep), Iskandar mengakui perbaikan titik jalan yang rusak tahun ini memang lamban. 

Hal itu dikarenakan adanya pengurangan anggaran dampak dari pandemi Covid-19. Kata dia, banyak program penanganan jalan yang telah diusulkan sebagai skala prioritas ditiadakan. Anggarannya dihapuskan. 

“Ada pengurangan anggaran lalu dialihkan untuk Covid-19. Imbasnya, program yang sudah siap disuruh ubah. Anggaran fokus pada pekerjaan yang prioritas saja dulu,” jelas Iskandar, malam tadi.

Khusus untuk jalan provinsi yang rusak di Kabupaten Gowa, sudah dijadwalkan akan secepatnya ditangani.

 “Kendala kemarin kan Gowa PSBB. Sehingga sulit masuk material. Banyak pabrik Crusher tak beroperasi. Tapi Insya Allah, besok (maksudnya hari ini,red), jika cuaca bagus, perbaikan sudah mulai dilakukan,” pungkas Iskandar.(*)


BACA JUGA