Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf saat ditemui di Posko Covid-19 Makassar, Kamis (28/05/2020).

Soal Penerapan New Normal, Kota Makassar Belum Memenuhi Syarat

Kamis, 28 Mei 2020 | 20:49 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Presiden RI, Jokowi Widodo telah menentukan empat provinsi dan 25 kabupaten/kota yang bakal diterapkan New Normal. Kota Makassar tidak terpilih sebagai kota yang akan menerapkan tatanan baru ini.

Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf menanggapi kabar tersebut. Ia mengaku bahwa tidak terpilihnya Makassar lantaran belum memenuhi kriteria penerapan New Normal.

“Syarat kalau di Bappenas saya liat, dan kita belum mencapai ke sana,” ucapnya saat ditemui di Posko Covid-19 Makassar, Kamis (28/05/2020)

Diketahui, syarat perkembangan COVID-19 sendiri salah satunya berdasarkan indikator penularan berdasarkan angka reproduksi dasar wabah (R0). Syarat angka reproduksi wabah menjadi syarat mutlak yang ditetapkan pemerintah. Tolak ukurnya angka reproduksi R0 pada waktu (Rt) atau angka reproduksi efektif harus di bawah 1.



Makassar sendiri diketahui masih memiliki kasus yang dinilai cukup tinggi, yakni masih melebihi Rt di atas 1. Sehingga, Yusran menggenjot kasus Covid-19 di Makassar bisa terus ditemukan dan ditangani

“Penerapannya harus Rtnya dibawah 1, nah kita ini masih 1,3. Jadi kita harus intens lagi ditemukan (kasus Covid-19), hasil investigasi Pusat, Makassar belum bisa terapkan,” paparnya.

Padahal sebelumnya, Yusran optimis untuk segera menerapkan New Normal di Makassar. Akan tetapi, penerapan protokol kesehatan yang sedang dilakukan pihaknya juga berarti penerapan New Normal

“Sebenarnya barang itu sederhana, protokol kesehatan saja. Jadi dimanapun kita berada, kita harus sadar kalau virus ini masih ada,” tutur Mantan Kepala Bapelitbangda Sulsel.

Kendati begitu, untuk penerapan protokol kesehatan, Yusran berharap warga memiliki imunitas tubuh yang kuat. Sehingga dapat melakukan aktivitas normal di tengah pandemi Corona.

“Mudah-mudahan cepat ada vaksinnya, biar kebal. Selama belum ada, kekebalan diri dulu melalui suplemen nutrisional fungsional namanya,” pungkasnya. (*)


BACA JUGA