Mediasi antara masyarakat dan perangkat Desa Anrihua terkait kisruh penuntutan transparansi anggaran Covid-19 dan BLT di Desa Anrihua, Selasa (2/6/2020)
#

Kisruh Desa Anrihua, Begini Hasil Mediasi Perangkat Desa dan Masyarakat

Selasa, 02 Juni 2020 | 14:58 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Khaerul Fadli - Gosulsel.com

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM — Menanggapi polemik yang terjadi di Desa Anrihua, Camat Kindang H. Andi Awaluddin mengambil alih dan melakukan mediasi di Kantor Camat Kindang, Selasa (2/6/2020). Mediasi tersebut dihadiri perangkat desa dan masyarakat Desa Anrihua.

Beberapa perwakilan masyarakat yang hadir dalam mediasi tersebut, diantaranya Kepala Desa Anrihua, 8 orang dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), staf desa, perwakilan massa aksi, 4 orang kepala dusun dan perwakilan masyarakat Desa Anrihua.

Demi menjaga keamanan, maka pihak Kepolisian Resor (Polres) Bulukumba dan Polsek Kindang serta Bhabinsa Desa Anrihua ikut mengawal mediasi tersebut.

Dalam mediasinya, Camat Kindang Andi Awaluddin berharap permasalahan ini dapat terselesaikan dengan baik dan tidak ada perselisihan lanjutan.



“Kita harap hari ini persoalan di Desa Anrihua dapat selesai degan damai. Jangan lagi ada persoalan di masa pandemik ini,” kata Andi Awal, sapaannya.

Lanjutnya, “Sementara terkait dengan transparansi anggaran pengelolaan dana desa serta nama penerima BLT saya rasa semua desa diharuskan untuk memasang nama-nama penerima BLT.”

Pada kesempatan yang sama, Ketua BPD Desa Anrihua saat ditemui mengatakan bahwa pihaknya saat penetapan nama-nama penerima BLT sebanyak 8 orang BPD turut hadir menyaksikan dan ikut bertandatangan dalam penetapan nama penerima tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Anrihua Iriani Philip, dalam pernyataannya di depan peserta mediasi, iamenjelaskan bahwa terkait pembagian bantuan pihaknya cukup transparan.

“Saya rasa soal transparansi kami sudah transparan. Bahkan kami turun langsung untuk melakukan pembagian bantuan,” katanya.

Salah satu perwakilan massa aksi yang turut hadir dalam mediasi, Almuhajir, meminta kepada perangkat desa untuk membacakan nama dan SK petugas Covid Desa Anrihua di depan semua peserta yang hadir.

Ia juga mempertanyakan terkait tidak adanya musyawarah sebelum dilakukannya perombakan struktur SK petugas Covid-19 dan kurangnya upaya preventif pencegahan wabah Covid-19 di Desa Anrihua.

Sebagai hasil mediasi tersebut, pihak massa aksi tetap meminta kepada pihak terkait untuk melakukan perbaikan terhadap kisruh yang terjadi di Desa Anrihua.

Kepala Desa Anrihua Iriani Philip menyampaikan kepada peserta mediasa untuk ke depan jika ada yang dipersoalkan di masa pemerintahannya, ia meminta untuk masyarakat silahkan ke kantor atau rumah pribadinya, terbuka lebar.(*)


BACA JUGA