Kepala Bagian (Kabag) Humas PDAM Makassar, Muhammad Rusli

Imbas Penutupan Hotel dan Mal, Pendapatan Perumda Air Minum Makassar Turun 1 Miliar

Kamis, 04 Juni 2020 | 21:22 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL – Dampak dari pandemi Corona atau Covid-19 rupanya dirasakan oleh semua pihak. Tak terkecuali, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Makassar.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Perumda Air Minum Kota Makassar, Muhammad Rusli mengaku bahwa pendapatan perusahaan mengalami penurunan. Bahkan, mencapai Rp1 Miliar.

“Itu karena terjadi penurunan konsumsi air akibat mal dan hotel ditutup selama pandemi Covid-19. Padahal itu sumber pendapatan terbesar perusahaan,” kata Rusli saat ditemui, Kamis (04/06/2020).

Lebih lanjut, Rusli menjelaskan, penggunaan air di rumah tangga tidak banyak memengaruhi pendapatan perusahaan. Sebab, setiap bulannya hanya menggunakan air sebanyak 25 meter kubik.



“Sementara itu, kalau mal dan hotel bisa mencapai ratusan meter kubik perbulan. Bisa menutupi pemakaian rumah tangga yang kadang-kadang cuma 20 meter kubik perbulan,” ujarnya.

Adapun faktor yang lain, kata Rusli, ialah diakibatkan kenaikan harga alat penjernih air yang turut memengaruhi pendapatan. Karena untuk prosesnya butuh biaya lebih akibat mata uang Dolar yang menguat terhadap mata uang rupiah.

“Kita harus mengeluarkan biaya lebih untuk proses penjernihan air, karena alatnya juga itu mengalami kenaikan sementara harus diimpor dari luar negeri,” jelasnya. (*)


BACA JUGA