Kabag Humas Pemkot Makassar, Firman Pagarra

Soal Yusran Jusuf Tolak Diwawancarai Wartawan, Ini Jawaban Kabag Humas

Jumat, 05 Juni 2020 | 21:12 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Makassar, Firman Pagarra menangapi persoalan Pj Wali Kota Makassar, Yusran Jusuf yang menolak diwawancarai oleh wartawan. Menurutnya, Yusran berkomitmen untuk selalu memberi ruang kepada mereka.

Hal tersebut ditegaskannya saat ditemui di Ruang Kerjanya, Jumat (5/6/2020). Apalagi, jika wartawan ingin melakukan peliputan di Pemkot Makassar, Yusran selalu terbuka. 

“Sejak hari pertama di lantik selaku Pj Walikota Makassar, beliau sudah tekankan kepada kami dan seluruh pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk selalu terbuka dan aktif memberikan informasi kepada publik melalui wartawan. Ini bentuk komitmen beliau menjadikan Pemkot Makassar sebagai institusi yang menjunjung tinggi asas keterbukaan informasi publik,” tegas Firman Pagarra.

Terkait keterbukaan informasi yang dijalankan oleh Pemkot Makassar, Firman  memberikan penjelasan. Sebagai Humas, pihaknya diinstruksikan oleh Yusran untuk memudahkan awak media saat ingin mewawancarai pejabat.



“Kami diberi tugas untuk memastikan dan memudahkan kerja-kerja jurnalis di Pemkot Makassar. Termasuk menghubungkan dengan narasumber, baik itu dengan Pj Wali Kota, kepala OPD maupun dengan kami selaku Kabag Humas. Tentu saja ada dinamisasi didalamnya, misalnya ketika Pj WaliKota Makassar sedang sibuk atau ada agenda lain yang tidak bisa ditunda, maka pimpinan OPD termasuk kami selaku Kabag Humas wajib untuk memberikan layanan informasi kepada teman-teman jurnalis,” lanjut Firman.

Pernyataan ini juga untuk mengklarifikasi informasi terkait sulitnya wartawan mendapat layanan wawancara langsung dengan Yusran. Ia menyebut bahwa Yusran justru senang jika ditemui para wartawan

“Pak Pj (Yusran Jusuf) selama ini sangat senang saat di temui wartawan, termasuk jika ditanya mengenai strategi penangan Covid-19 di Makassar, atau upaya menggerakkan roda ekonomi yang terganggu selama masa pandemi. Apalagi saat ini beliau tengah menyiapkan sebuah program strategis Gerakan Makassar Sehat, Low Contact High Immunity sebagai solusi Makassar keluar dari pandemi. Tentu saja ini tidak akan maksimal tanpa pelibatan teman-teman jurnalis. Terkait dua hari ini beliau tidak bisa menyempatkan waktu menemui wartawan itu kami pastikan karena memang hanya karena kesibukan dan agenda beliau yang sangat padat akhir-akhir ini,” jelas Firman.

Pada prinsipnya menurut Firman, posisi media massa sangat strategi. Ini dalam menyukseskan seluruh program Pemkot Makassar yang tengah dicanangkan saat ini.(*)


BACA JUGA