Plt Kadisdik Kota Makassar, Amalia Malik saat ditemui di Balai Kota Makassar, Kamis (4/6/2020)

Walau Mengajar dari Rumah, Guru di Makassar Dituntut Kreatif

Jumat, 05 Juni 2020 | 19:10 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Belajar dari rumah hingga kini masih terus berlaku lantaran adanya pandemi Corona atau Covid-19. Para guru dituntut lebih kreatif maupun memodifikasi gaya belajarnya.

Ini dimaksudkan agar anak-anak yang menempuh belajar dari rumah lebih aktif dan tidak bosan. Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Amalia Malik.

Kata Amalia, meskipun upaya yang ditempuh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyediakan sarana belajar dari rumah melalui TVRI, tenaga pengajar perlu mengubah suatu sistem belajar lain.

“Proses pendidikan ini tetap harus berjalan,” kata Amalia saat ditemui di Balai Kota Makassar, Kamis (4/6/2020).



Terlebih, Kota Makassar tengah berada di zona merah. Sehingga, kata dia, pihaknya memastikan tetap belajar secara daring.

“Ya, apalagi melihat keadaan di Makassar ini masih zona merah,” paparnya.

Selain itu, perihal jadwal masuk sekolah pihaknya tetap menanti keputusan dari Kemendikbud. “Kalau belajarnya di sekolah atau di rumah belum ada keputusan dari pemerintah pusat jadi tetap berjalan,” ucapnya.

Jika mengacu kepada kalender pendidikan, dimulai pada 13 Juli 2020. Kemudian berakhir pada 20 Juli 2021.

Diketahui, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah kembali memperpanjang masa belajar di rumah selama dua pekan. Dimana dimulai 5 Juni hingga 19 Juni 2020.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Sulawesi Selatan, dengan Nomor 443.2/3450/Disdik. Ini tentang perpanjangan masa belajar di rumah pada perguruan tinggi satuan pendidikan SMA/SMK MA/ SMP/Mts, SD/ SLB/Negeri dan Swasta se-Sulsel.(*)


BACA JUGA