Rumah Sakit Islam (RSI) Faisal Makassar/INT

Kehilangan Pasien Akibat Pandemi Corona, RSI Faisal Rumahkan 157 Pegawai

Rabu, 10 Juni 2020 | 23:45 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Sekitar 157 pegawai Rumah Sakit Islam (RSI) Faisal kini terpaksa harus dirumahkan. Mereka berasal dari kalangan tenaga medis dan teknik.

Humas RSI Faisal, Andi Aan Astaman mengungkapkan, bahwa pegawai yang dirumahkan memiliki status kontrak. Dirumahkannya mereka, lantaran sepi pasien akibat orang yang takut Corona.

“Semua itu karyawan kontrak. Di tengah pandemi, semua orang takut ke rumah sakit, termasuk rumah sakit swasta,” katanya, Senin (8/6/2020).

Ia bercerita, kunjungan ke RSI Faisal terjadi penurunan selama 3 bulan terakhir. Penurunan tersebut sekitar 80-90 persen.



“Tentu mempengaruhi keuangan rumah sakit,” ungkapnya.

Padahal sebelumnya, RSI Faisal menangani 3-4 ribu pasien per bulan. Namun, saat ini pihaknya hanya menerima berkisar 70-100 pasien. 

Aan menilai, saat ini, semua rumah sakit swasta ikut terdampak pandemi Covid-19. Begitu pun, kata dia, dengan rumah sakit negeri. 

Ia mengatakan saat ini, sebagian besar masyarakat menganggap rumah sakit tempat yang menyeramkan. “Di tengah pandemi, bagi warga yang sakit biasa sudah takut ke rumah sakit,” kata dia.

Di sisi lain, ia menyebut, saat kondisi rumah sakit sudah kembali normal, pihaknya akan memanggil kembali pegawai yang telah dirumahkan. Ia mengatakan hal itu berdasarkan keputusan yayasan.

Saat ditanya soal upaya pihak rumah sakit untuk meluruskan anggapan masyarakat terkait Covid-19, ia mengatakan, saat ini, pihaknya telah melakukan sosialisasi dalam bentuk edaran spanduk di sekitar lingkungan rumah sakit.

Begitu pun sosialisasi protokol kesehatan Covid-19, mulai dari cuci tangan hingga menggunakan masker. “Rumah sakit sudah clear dan aman untuk orang memeriksakan kesehatannya,” kata dia.

Justru, kata dia, di tengah pandemi Covid-19, bisnis rumah sakit sedang mengalami kelesuan. Hal itu berimbas pada pegawai. 

“Tak mungkin kita mempekerjakan orang tanpa menggaji,” pungkasnya.(*)


BACA JUGA