Kepala Disdukcapil Kota Makassar, Aryati Puspasari Abady (Sumber foto: Internet)

Oknum Dukcapil Diduga Beri KK dan NIK ke Penjual Kartu Prabayar, Aryati: Harus Dipastikan Dulu

Rabu, 10 Juni 2020 | 23:37 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar telah menangkap lima terduga pelaku penjualan kartu SIM prabayar Telkomsel. Mereka menggunakan KK dan Nomor Kartu Keluarga (NIK) ilegal dalam jumlah besar.

Dalam aksinya, rupanya pelaku dibantu oleh oknum petugas yang diduga berasal dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Oknum tersebut memberikan NIK dan KK kepada mereka.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono saat menggelar konferensi pers di Makapolrestabes Makassar, Senin (8/6/2020). Selama dua tahun beroperasi, pelaku ini memasarkan kartu register tersebut di media sosial seperti facebook. 

“Kalau terkait Dinas Kependudukan sementara kita periksa, ada kecurigaan karena memberi data kependudukan kepada oknum yang tidak bertanggung jawab. Makanya kita harus hati-hati,” katanya.



Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdukcapil Kota Makassar, Aryati Puspasari Abady enggan berkomentar banyak terkait ini. Pasalnya, ia mengaku belum mengetahui secara rinci informasi tersebut.

“Saya belum bisa kasih tanggapan karena kan saya baru baca di media. Jadi belum ada juga permohonan konfirmasi dari pihak kepolisian sambil kita menunggu,” ungkapnya saat dihubungi, Rabu (10/6/2020).

Walau pihak kepolisian, kata dia, telah membeberkan ada oknum petugas Disdukcapil yang terlibat dalam aksi kejahatan tersebut, mesti diselidiki dulu lebih lanjut. Sebab, ia masih ragu jika ada petugasnya yang turut andil.

“Makanya harus dipastikan dulu, Dukcapil mana, kan saya baca Dukcapil mana, Dukcapil Makassar kah dan saya juga belum bisa kasih tanggapan karena saya belum dipanggil dan belum dikasih informasi apa sebenarnya dulu persoalannya,” sambungnya.(*)


BACA JUGA