FOTO: Ketua DPRD Bulukumba, H Rijal saat membacakan naskah sejarah singkat pada puncak perayaan dan upcara HUT Kabupaten Bulukumba ke 60 tahun di Lapangan Pemuda Bulukumba/Selasa, 4 Februari 2020/GOSULSEL.COM
#

Pantai Tanjung Bira Dibuka Kembali, Ketua DPRD Angkat Bicara

Minggu, 14 Juni 2020 | 16:27 Wita - Editor: Muhammad Fardi -

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM – Pantai Tanjung Bira, di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), telah dibuka kembali untuk umum sejak Sabtu (13/6/2020).

Sebelumnya, kawasan wisata pantai andalan masyarakat Bulukumba itu, ditutup sejak Maret 2020.

pt-vale-indonesia

Penutupan dilakukan untuk menghindari keramaian, dan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyeberan Covid-19 alias Virus Corona.

Ketua DPRD Bulukumba, H Rijal mengaku mendukung upaya Pemkab Bulukumba untuk membuka kembali kawasan wisata Bira dengan tatanan kehidupan baru atau New Normal.

Ia mengapresiasi pemerintah daerah dalam hal ini bupati bersama dengan Gugus Tugas Covid-19, dalam memberikan perhatian dan mempersiapkan pelaksanaan new normal.

Termasuk di sektor pariwisata dengan betul-betul menerapkan standar protokol kesehatan.

“Tentu kami bersama rekan-rekan di DPRD akan terus melakukan pengawasan dalam pelaksanaannya,” singkatnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba, dr Wahyuni mengemukakan, jika beberapa bulan yang lalu saat wabah pandemi Covid-19 ini muncul, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tinggal di rumah atau bekerja dari rumah.

Namun saat ini kebijakan pemerintah mulai menerapkan kehidupan normal baru.

Akan tetapi, kebijakan tersebut bukan berarti melonggarkan dengan mengabaikan standar kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Menurut dr Wahyuni, untuk menghentikan penularan Covid-19 ini sangat ditentukan oleh semua kalangan dalam mendisiplinkan diri menerapkan pencegahan Covid-19.

“Untuk mencegah tertular Covid-19 sangat sederhana ji, hanya perlu disiplin pakai masker, jaga jarak dan sering mencuci tangan. Hal ini sudah mulai harus menjadi kebiasaan dan budaya dalam kehidupan kita,” kata dr Wahyuni.(*)


BACA JUGA