Pengamat Politik Kebangsaan dan Hankam, Arqam Azikin saat ditemui di Posko Covid-19 Makassar, Minggu (14/06/2020).

Sepi, Arqam Azikin Usulkan Gugus Tugas Makassar Perbanyak Aktivitas di Posko Covid-19

Senin, 15 Juni 2020 | 13:32 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pengamat Politik Kebangsaan dan Hankam, Arqam Azikin menyambangi Posko Covid-19 Kota Makassar, Minggu (14/06/2020). Di sana, ia menyesalkan kurangnya kerja-kerja penanganan Covid-19.

Bahkan, tak ada satupun pejabat pemerintahan atau pejabat struktural dalam Gugus Tugas Covid-19 yang hadir. Kata dia, Ketua Gugus Tugas Covid-19, sekaligus Pj Wali Kota, Yusran Jusuf beserta jajarannya semestinya lebih banyak bertugas di posko. Mengingat tugas utamanya saat ini menghadapi wabah Corona.

“Namanya juga posko. Posko ini kalau kita perang ini harus berisi. Kenapa saya menyebut perang, karena virus ini adalah ancaman non militer dalam bidang pertahanan negara, itu yang harus dipahami oleh Ketua Gugus Tugas Makassar,” katanya.

“Bagaimana caranya mau turun ini angka pasien Covid-19 Makassar, bagiamana caranya mau turun zona merahnya, kalau ini semua jarang datang kesini,” lanjutnya.



Dosen Unismuh Makassar ini pun menambahkan, bahwa Pj Wali Kota yang telah ditunjuk sebagai Ketua Gugus Tugas Covid-19 Makassar untuk sebaiknya selalu siaga di posko. Kemudian lebih intens untuk mengontrol apa saja yang sudah dikerjakan dan sementara berjalan.

“Makanya kalau kita di sini 24 jam yah itu karena ini seperti menghadapi musuh apalagi musuhnya tidak nyata, begitu. Nah kalau kebetulan ini sepi, sebenarnya, apa yah, tidak memenuhi syarat sebagai posko gugus tugas Covid Makassar, apalagi Makassar sudah disebut zona merah, tanda petik sudah menjadi zona merah pekat,” jelas Arqam.

Untuk itu, dirinya meminta kepada Gugus Tugas Covid-19 Kota Makassar untuk lebih serius menghadapi wabah Covid-19. Sebab, Kota Makassar telah ditetapkan sebagai episentrum baru penyebaran virus di Indonesia.

“Jubir Gugus Tugas Covid pusat sudah menyebutkan Makassar (episentrum) secara khusus, artinya ini harus serius, karena menyangkut warga negara, yaitu warga Makassar kita jadi tidak bisa lagi kita bermain-main dalam konteks menangani ini penanganan dan pencegahan,” tegasnya. (*)


BACA JUGA