Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin/IST

IDI Makassar Beberkan 37 Dokter di Indonesia Meninggal Akibat Terpapar Covid-19

Selasa, 16 Juni 2020 | 08:34 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Makassar berduka. Hingga saat ini, rupanya sudah 37 orang dokter seluruh Indonesia yang dilaporkan meninggal dunia akibat Covid-19. Baik yang dinyatakan positif maupun dalam status PDP.

Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin menyampaikan, bahwa jumlah ini berdasarkan laporan yang diterima dari Pengurus Besar IDI, Senin (15/6/2020).

Wachyudi menuturkan, PB IDI sudah membentuk tim audit untuk mendalami dan menelusuri lebih jauh terkait kematian dokter sepanjang pandemi Covid-19. Apalagi di Makassar telah ditemukan 1 dokter yang meninggal. Jumlah kasus positif Covid-19 kini berjumlah 1.515 kasus. Data ini merujuk dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar, dimana dicatatkan dari angka tersebut, tersebar di semua wilayah kecamatan di Makassar.

Adapun wilayah sebarannya, diantaranya, Kecamatan Tamalate yakni 181 positif, Kecamatan Rappocini sebanyak 172 positif), Kecamatan Panakkukang sebanyak 174 positif, Kecamatan Manggala berjumlah 115 positif, Kecamatan Tamalanrea berjumlah 118 positif, Kecamatan Biringkanaya sebanyak 155 positif, Kecamatan Tallo dengan jumlah 132 positif.



Kemudian Kecamatan Sangkarrang sedikitnya ada15 positif, Kecamatan Ujung Tanah sebanyak 37 positif, Kecamatan Wajo berjumlah 55 positif, Kecamatan Bontoala sebanyak 57 positif, Kecamatan Ujung Pandang yakni 46 positif, Kecamatan Makassar sebanyak 134 positif, Kecamatan Mariso berjumlah 85 positif dan Kecamatan Mamajang total ada 69 positif.

Pria yang akrab disapa Dokter Koboi ini mengatakan, guna menghentikan jatuhnya korban jiwa lagi di tenaga kesehatan, IDI Makassar mengimbau kepada masyarakat untuk menaati aturan dan protokol kesehaan yang diberlakukan. Dilarang beraktivitas di luar rumah, kecuali terpaksa atau ada keperluan yang mendesak. Lalu mengaja jarak, selalu mencuci tangan dengan sabun, makan-makanan yang sehat, dan berjemur ketika pagi agar imun tubuh terbangun.

Untuk mengantisipasi korban terus berjatuhan di pihak tenaga medis khususnya dokter, lanjut Yudi, PB IDI akan mengadvokasi agar ada jaminan keselamatan dan perlindungan dokter yang bertugas. Khususnya di masa pandemi Covid-19, jaminan keselamatan dan perlindungan terhadap tenaga kesehatan yang bertugas saat pandemi adalah hal yang terpenting.

Humas PB IDI, dr Halik Malik juga menyampaikan, bahwa saat ini tenaga medis menghendaki agar negara senantiasa hadir memastikan jika mereka dapat bekerja dengan baik. Selain itu, mereka terlindungi ketika menjalankan tugasnya.

“Kalau dilihat dari skala prioritasnya bagi tenaga medis saat ini yang terpenting itu adanya jaminan keselamatan dan perlindungan, terutama proteksi bagi mereka dalam bertugas, seperti jaminan APD, sistem bekerja yang lebih baik, dan yang terakhir, apresiasi dalam bentuk insentif,” ujar Halik.

Pihaknya berharap, jika memang ada apresiasi lainnya dari pemerintah terhadap tenaga medis yang terlibat dalam menangani Covid-19, agar dimudahkan penyalurannya sepanjang mereka betul-betul bekerja dalam penanganan pandemi ini. Seruan PB IDI sebagai organisasi profesi dokter di Indonesia, PB IDI menyerukan kepada seluruh dokter umum dan dokter spesialis yang tengah bertugas untuk membekali diri dan bergabung dalam ‘Gerakan Dokter Semesta Melawan Covid-19’.

“Gerakan ini mewajibkan seluruh dokter mengikuti pelatihan online penanganan Covid-19 yang terdiri dari keahlian pemeriksaan, perawatan, dan penanganan pasien Covid-19, serta cara menggunakan APD yang standar,” jelas Halik.

Halik lantas menyoroti fakta banyaknya tenaga medis yang jatuh sakit bahkan meninggal akibat Covid-19 karena minimnya APD.
“Mereka terpapar virus Corona ketika bertugas lantaran minimnya APD yang mereka miliki dan buruknya kesiapan sistem kesehatan,” ungkapnya.

Selain itu, kata Halik, PB IDI juga mengimbau pengurus IDI di setiap wilayah agar aktif melakukan upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di daerahnya masing-masing. PB IDI sendiri diketahui juga sudah membentuk tim audit untuk menelusuri secara lengkap kematian dokter terkait Covid-19.

“PB IDI meminta agar IDI wilayah mengkoordinasikan seluruh potensi dokter yang ada agar kapanpun siap untuk terlibat menangani Covid-19 ini,” pungkas dokter jebolan Fakultas Kedokteran Unhas itu.

Berikut adalah daftar lengkap 37 dokter yang meninggal dunia akibat Covid-19.

1. Prof. DR. dr. Iwan Dwi Prahasto (GB FK UGM)
2. Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna (GB FKM UI)
3. dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat)
4. dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (Dinkes Kota Bandung)
5. dr. Hadio Ali K, Sp.S (Perdossi DKI Jakarta, IDI Jaksel)
6. dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor)
7. dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi)
8. dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (RSJ dr. Soeharto Herdjan, IDI Jaktim)
9. dr. Ucok Martin Sp. P (Dosen FK USU, IDI Medan)
10. dr. Efrizal Syamsudin, MM (RSUD Prabumulih, Sumatera Selatan, IDI Prabumulih)
11. dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur)
12. Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS di RSAL Mintohardjo. (IDI Jakpus)
13. Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH (Guru besar Epidemiologi FKM UI)
14. Dr. Bernadette Sp THT meninggal di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (IDI Makassar)
15. DR.Dr. Lukman Shebubakar SpOT (K) Meninggal di RS Persahabatan (IDI Jaksel)
16. Dr Ketty di RS Medistra (IDI Tangsel)
17. Dr. Heru S. meninggal di RSPP (IDI Jaksel)
18. Dr. Wahyu Hidayat, SpTHT meninggal di RS Pelni (IDI Kab. Bekasi)
19. Dr. Naek L. Tobing, SpKJ meninggal di RSPP Jakarta (IDI Jakarta Selatan)
20. Dr. Karnely Herlena meninggal di RS Fatmawati (IDI Depok)
21. Dr. Soekotjo Soerodiwirio SpRad (Dosen FK Unpad, IDI Bandung)
22. Dr. Sudadi, MKK, SpOK (Dosen FK UI, IDI Jakarta Pusat)
23. Prof. Dr. H. Hasan Zain, Sp.P (IDI Banjarmasin)
24. Dr. Mikhael Robert Marampe (IDI Kab. Bekasi)
25. Dr. Berkatnu Indrawan Janguk (IDI Surabaya)
26. Dr. Irsan Nofi Hardi Nara Lubis, Sp.S (IDI Medan)
27. Dr. Boedhi Harsono (IDI Surabaya)
28. Dr. Soeharno (IDI Kediri)
29. Dr. Amir Hakim Siregar SpOG (IDI Batam)
30. Dr. Ignatius Tjahjadi SpPD (IDI Surabaya)
31. Dr. Esis Prasasti Inda Chaula, SpRad (IDI Tegal)
32. Dr. Hilmi Wahyudi (IDI Gresik)
33. DR. dr Heru Prasetya, SpB, SpU (IDI Banjarmasin)
34. dr. Miftah Fawzy Sarengat (IDI Balikpapan)
35. dr. Bendrong Moediarso, SpF, SH (IDI Surabaya)
36. dr. H. Dibyo Hardianto (IDI Bangkalan)
37. dr. Deny Dwi Yuniarto (IDI Sampang).(*)


BACA JUGA