Demo Kritik Kebijakan Kampus, Mahasiswa : UMMA Labrak Undang-undang

Selasa, 23 Juni 2020 | 19:34 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM– Puluhan mahasiswa Universitas Muslim Maros (UMMA) melakukan aksi demonstrasi di depan kampus I UMMA jalan dr. Ratulangi, Maros. Selasa (23/6/2020).

Mereka menyuarakan tuntutan kepada pihak kampus diantaranya kebijakan kampus yang diduga melabrak undang-undang kebebasan berekspresi, transparansi pengelolaan anggaran, penyelenggaraan dialog akademik dan pemecatan sepihak kepada puluhan pengurus lembaga internal kampus. 

Mereka mengawali unjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maros, kemudian konvoi menggunakan kendaraan roda dua menuju kampus I UMMA. 

Puluhan mahasiswa tersebut  dikawal ketat pihak kepolisian. Setibanya di depan kampus I UMMA puluhan mahasiswa langsung memblokir dua jalur trans Sulsel. Polisi sempat kewalah mengatur arus lalulintas lantaran mahasiswa menghadang satu unit truk untuk dijadikan panggung orasi. Adu mulut dan saling dorong sempat mewarnai aksi mahasiswa UMMA itu. 



Dalam orasinya, mahasiswa meminta agar pihak kampus dapat menemui dan melakukan komunikasi.

“kami minta agar rektor UMMA mengindahkan tuntutan kami. Sudah 4 bulan lamanya kami hanya diberi janji tapi sampai saat ini tidak juga terealisasi. Tidak ada lagi negosiasi terkait tuntutan kami,” tegas salah satu mahasiswa Mujahidin saat berorasi. 

Mahasiswa yang mengatasnamakan diri sebagai aliansi mahasiswa tergerak (Almamater) jilid II ini, terdiri dari tiga fakultas yakni FKIP, FEB dan Faperta. Mereka menyuarakan hal  sama yakni mengkritik kebijakan kampus yang dinilai mendiskriminasi mahasiswa. 

“Beberapa kali kami menempuh upaya baik dengan mengikuti prosedural yang ada. Akan tetapi, pihak kampus sama sekali tidak memperlihatkan etikad baik dan hanya melempar alasan untuk mengulur-ulur waktu. Katanya ingin membina mahasiswa, menemui kami saja disini sama sekali tidak dilakukan,” lanjut Muja akrabnya disapa. 

Sebelumnya, para mahasiswa ini sudah beberapa kali menggelar aksi demonstrasi. Namun, berakhir pada pemecatan puluhan unsur pimpinan organisasi internal kampus. (*)


BACA JUGA