Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (26/6/2020)

Kunjungi Tuban, Mentan SYL Dorong Mekanisasi dan Pengolahan Lahan

Jumat, 26 Juni 2020 | 17:59 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

TUBAN, GOSULSEL.COM — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (26/6/2020). Mentan mengatakan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) harus dilakukan seiring kemajuan teknologi.

Mentan SYL hadir di Tuban didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Anggota Komisi IV DPR RI Dapil IX, Bupati Tuban, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim Tuban.

Dalam kunjungan kerjanya, Mentan SYL melakukan kegiatan Tanam Padi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang. Ia juga meninjau lokasi pilot percontohan Model Pertanian Modern Berbasis Mekanisasi yang dikelola UPJA Tani Karya Mandiri, di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak dalam sambutannya menyampaikan apresiasi semangat yang ditunjukkan jajaran Kementerian Pertanian dalam membangun pertanian Indonesia.



“Pertanian primer menyerap sepertiga dari tenaga kerja di Jatim Pak Menteri. Mudah-mudahan bantuan Alsintan, benih dan pembiayaan ini bisa menjadi sarana untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas di pertanian,” kata Emil.

Pada kesempatan itu, Emil mengajak petani untuk gerak cepat memanfaatkan momentum.

“Mumpung masih ada air, segera kita lakukan penanaman,” ujarnya.

Mentan Syahrul mengatakan, dalam mengurus pertanian diperlukan upaya dan kerja keras bersama dari seluruh pihak. Agar, pertanian terus bergerak dan berakselesari dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Ia menegaskan jika pertanian akan terus mengalami perkembangan seiring dengan kemajuan teknologi dalam hal termasuk penggunaan alat dan mesin pertanian.

“Petani harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi dan memaksimalkan penggunaan alat mesin pertanian. Hal ini sangat penting guna menggenjot produksi pangan kita hari ini. Pemanfaatan alsintan secara optimal dapat membantu mengurangi loosess, menghindari kehilangan 9-10 persen. Kalau pakai mesin, kita tekan di bawah 3 persen,” tuturnya.

Menurut Mentan SYL, pengelolaan alsintan secara perorangan tidak akan berjalan efesien. Ia menambahkan, pengelolaan dan pemberdayaan alsintan lebih baik melalui Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). Pelayanan jasa alsintan dapat berupa jasa sewa alsintan, jasa olah tanah, jasa tanam, jasa panen dan jasa simpan pinjam.

Mentan SYL, Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) sebagai lembaga ekonomi perdesaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa, dapat dioptimalkan untuk penggunaan alsintan. Sehingga, mendapatkan keuntungan usaha baik di dalam maupun di luar kelompok tani sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok tani.

“Keberadaan UPJA di daerah sentra produksi tidak saja menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan kebutuhan alsintan bagi petani untuk mengolah lahan pertanian, pengairan, panen dan pasca panen, tapi juga menjadi solusi dalam mengatasi kelangkaan tenaga kerja di perdesaan,’’ ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy menjelaskan bahwa strategi pengembangan alsintan melalui sistem kelembagaan UPJA memiliki pertimbangan bahwa kemampuan petani dalam mengolah lahan usaha tani terbatas (0,5 ha/MT).

Selain itu, pengelolaan Alsintan secara perorangan kurang efisien dan juga kemampuan permodalan usaha tani lemah yang mengakibatkan pengelolaan usaha tani menjadi tidak effektif dan tidak efisien.

“Maka UPJA merupakan satu-satunya alternatif guna membantu petani dalam menjalankan proses usaha taninya,” tambah Sarwo Edhy.

Kecamatan Rengel sendiri memiliki lahan sawah seluas 2.809 hektare (ha). Kecamatan ini memiliki 16 gapoktan serta 72 poktan. UPJA Tani Karya Mandiri memiliki anggota yang berasal dari Desa Karangtinoto, Desa Tambak Rejo, Desa Bulurejo, Desa Kanorejo, Desa Sawahan, Desa Ngadirejo dan Desa Prambon Wetan yang total luas wilayah kerjanya mencapai 1.739 hektare (ha).

Peralatan yang dimiliki UPJA Tani Karya Mandiri terdiri dari 3 unit traktor roda empat, 2 unit rice transplater, 2 unit combine harvester, 1 unit excavator, 6 unit traktor roda dua. Selain peralatan yang dimiliki UPJA dan kelompok tani juga mengelola 5 unit pompanisasi, 4 unit traktor roda dua, 2 unit rice transplanter, 1 unit corn planter dan 2 unit cultivator.

Dirjen PSP, Sarwo Edhy sangat mengapresiasi hadirnya UPJA Tani Karya Mandiri, karena UPJA ini dapat membantu menghidupkan pertanian di 7 desa di Kecamatan Rengel.

“Pertanian membutuhkan kehadiran UPJA-UPJA lain seperti Tani Karya Mandiri, yang dapat mengelola dengan baik penyewaan dan mengoptimalkan penggunaan alsintan serta terus mengembangkan beragam usahanya hingga menyerap banyak tenaga kerja,” ujar Sarwo Edhy.

UPJA dapat melakukan kegiatan ekonomi dalam bentuk pelayanan jasa alsintan yang terdiri dari penanganan budidaya seperti jasa penyiapan lahan dan pengolahan tanah, penyaluran air irigasi yang dapat berkolaborasi dengan HIPPA, penanaman, pemeliharaan, perlindungan tanaman termasuk pengendalian hama penyakit maupun kegiatan panen, pasca panen serta pengolahan hasil pertanian seperti jasa pemanenan, perontokan, pengeringan dan penggilingan padi; termasuk mendorong pengembangan produksi dalam rangka peningkatan nilai tambah, perluasan pasar, daya saing dan perbaikan kesejahteraan petani.

Bantuan alsintan untuk Kabupaten Tuban sendiri dilakukan bertahap. Tahun 2019 total bantuan alsintan yang diberikan sebanyak 273 unit senilai Rp4.476.728.615. Rinciannya, 6 unit traktor roda 4, 29 unit traktor roda 2, 138 unit pompa air, 20 unit cultivator, dan 80 Handsprayer

Sedangkan di Tahun 2020, bantuan alsintan yang diberikan total 156 unit, senilai Rp3.927.151.000. Bantuan itu terdiri dari 4 unit traktor roda 4, 53 unit traktor roda 2, 44 unit pompa air, 8 unit cultivator, dan 47 unit handsprayer.

Diserahkan juga secara simbolis 401 Polis Asuransi AUTP periode Januari – Juni 2020 total 27.269,67 Ha, serta Simbolis penyerahan Klaim AUTP periode Januari – Juni 2020 Rp783.120.000 (total untuk 130,52 Ha).(*)


BACA JUGA