PPDB Online Makassar

Mulai Dilaksanakan, Server PPDB Justru Dikeluhkan Orang Tua Calon Siswa

Jumat, 03 Juli 2020 | 18:02 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 tingkat SD-SMP untuk jalur non zonasi telah berlangsung sejak 1 Juli. Namun, dalam prosesnya, ternyata justru tidak berjalan mulus.

Sejumlah keluhan datang dari orang tua calon peserta didik. Terkhusus soal server yang masih sulit diakses. Salah satunya, ialah Jaya. Butuh waktu yang cukup lama untuk bisa tembus ke laman website PPDB.

“Lalod sekali, butuh waktu berjam-jam baru bisa tembus,” keluhnya saat ditemui, Jumat (3/7/2020).

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Amalia Malik pun mengakui ini. Pihaknya pun bakal memperbaiki sistem PPDB.



“Pertama masih ada beberapa yang musti kita lakukan penyesuaian dari sistem aplikasi, hari kedua sudah ada perbaikan ketiga ini kita harap bisa berjalan baik,” jelasnya, Jumat (3/7/2020).

Kendati demikian, di hari kedua PPDB, ia mengaku pengaduan sudah jauh lebih berkurang. Bahkan, secara bertahap telah diselesaikan.

“Terakhir kan jalur non zonasi sehingga besok kita lakukan pengumuman untuk jalur zonasi dan persiapan kita untuk melakukan jalur zonasi,” sambungnya.

Ketua Panitia PPDB Kota Makassar, Ahmad Hidayat pun tak menampik hal itu. Pasalnya, tidak sedikit orang tua siswa yang mengakses website sehingga server mengalami masalah.

“Siswa yang lulus SD inikan sampai 23 ribu orang, kalau semua mengakses ini saya lihat wajar-wajar saja jika terjadi kendala,” kata Hidayat, Kamis (2/7/2020).

Ia juga menerangkan persoalan jaringan memang selalu dikeluhkan orang tua calon peserta didik. Belum lagi masih banyak orang tua yang belum memahami jalur pendaftaran yang dibuka secara daring.

Mereka masih kebingungan mengunggah dokumen yang akan digunakan untuk mendaftar. Khususnya bagi calon peserta didik yang mendaftar melalui jalur prestasi. Termasuk kesulitan menemukan titik koordinat.

“Kita akan evaluasi apa yang menjadi keluhan di hari pertama, mudah-mudahan di hari kedua sudah tidak ada kendala,” ungkapnya.

Persoalan lain, kata Hidayat, tidak sedikit orang tua yang ingin mendaftar lebih dulu di jalur zonasi padahal jalur ini belum dibuka. Ini yang juga menjadi salah satu penyebab sulitnya website PPDB diakses.

“Jadi banyak yang tidak mengerti. Harusnya mereka nanti datang tanggal 6 Juli untuk jalur zonasi tapi sudah mau mendaftar sekarang,” tukasnya.

Meski begitu, pihak panitia tetap membuka posko pengaduan bagi orang tua siswa yang mengaku kesulitan mengakses laman website PPDB. 

Begitu juga bagi orang tua yang masih belum mengerti bisa difasilitasi untuk didaftarkan secara daring.(*)


BACA JUGA