Obyek wisata air terjun Pumbunga, Dusun Baru, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompo Bulu, Maros
#

Tiket Bantimurung Mahal, Wisatawan Banjiri Wisata Pumbunga Tompobulu

Senin, 06 Juli 2020 | 21:11 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM — Air terjun Bantimurung begitu tersohor sebagai destinasi pariwisata kebanggaan Kabupaten Maros. Di kawasasn tempat wisata Bantimurung itu, juga ada gua karst, taman kupu-kupu, serta sederet wahana liburan lain yang dibangun untuk memanjakan para traveliner yang datang berkunjung.

Obyek wisata air terjun Pumbunga, Dusun Baru, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompo Bulu, Maros

Tapi, tahukah kamu, di masa new normal pandemi Coronavirus Disease (Covid) 19 ini. Pengunjung malah merasa ogah kesana. Hal itu, dikarenakan harga tiket wisata alam air terjun Bantimurung mahal, wisatawan lokal hingga mancanegara beralih kunjungi objek wisata air terjun lainnya yang tidak kalah mempesonanya dibanding Bantimurung.

Salah satunya air terjun Pumbunga, Dusun Baru, Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompo Bulu, Maros. 

Setiap akhir pekan tiba, objek wisata yang baru saja ditata ini, selalu dipadati traveler. Selain karena pesonanya yang Indah, juga harga yang sangat terjangkau. 



Petugas parkir objek wisata air terjun Pumbunga, Zulkufli mengatakan selama beberapa pekan terakhir karcis parkir yang terjual sampai 1700 lembar. 

“Sudah tiga minggu ramai sekali. Setiap hari Sabtu dan Minggu ramai,” ujar Zul.

Untuk sampai ke objek wisata yang sudah lama dikenal ini, pengunjung menempuh jarak sejauh 38 kilo meter dari pusat kota Maros dan setibanya wisatawan hanya dikenakan biaya parkir senilai Rp5000 ribu, belum lagi akses yang sudah bagus dengan jalan beton. 

Tidak hanya keindahan dan kesejukan air, selama perjalanan wisatawan juga disuguhi dengan panorama alam yang indah. Bentangan sawah hingga deretan bukit yang mantap menjadi spot foto. 

“Macam-macam yang datang, ada dari Makassar, Jawa, Maros itu sendiri bahkan beberapa kali air terjun ini dikunjungi turis dari berbagai negara,” ungkap Zul. 

Salah satu pengunjung asal Kabupaten Gowa Sri Wahyuni, mengaku takjub dengan pesona air terjun Pumbunga. Selain murah juga kondisi sekitar objek wisata ini yang terbilang masih alami. 

“Sebenarnya mau ke Bantimurung tapi karena mahal jadi beralih kesini. Disini masih alami, sejuk dan nyaman,” katanya. 

Juga senada yang dikatakan Asran, warga Kelurahan Bajubodoa Maros. Ia mengaku ogah ke Bantimurung lantaran biaya masuk yang cukup mahal. Butuh Rp30.000 ribu per orang untuk menikmati suasana air terjun andalan Kabupaten Maros itu. 

“Karcis parkir Rp10.000 ribu, belum karcis masuk Rp30.000 ribu. Padahal sebelum pandemi Covid-19, harga karcis masuk hanya Rp25.000 ribu saja. Mending ke air terjun lain murah meriah dan tidak kalah menarik,” jelas Aan akrabnya disapa.(*)


BACA JUGA