Konferensi pers soal dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh mantan klien dari Ais, yakni JM digelar di Dapur Ali, Rabu (8/7/2020)

Pengacara Senior Ini Pidanakan Mantan Kliennya atas Dugaan Penipuan

Rabu, 08 Juli 2020 | 21:57 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Salah satu pengacara senior di Kota Makassar, yakni Aiswarah Amin geram. Ia mempidanakan mantan kliennya sendiri bernama Juni Mawarti (JM).

Pria yang akrab disapa Ais ini melaporkan mantan kliennya itu ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel. Atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Kuasa Hukum Ais, Andi Ifal Anwar menjelaskan, jika sebelumnya JM meminta Ais untuk menjadi kuasa hukumnya. Ais diminta menangani kasus perceraiannya dengan mantan suaminya.

“Ada surat perjanjian kerja antara kuasa hukum (Ais) dan klien (JM) bahwa dalam surat itu, ketika terjadi perceraian antara JM dan mantan suaminya, maka kuasa hukum dalam hal ini Ais berhak mendapatkan success fee sebesar 10%,” ujarnya saat ditemui, Rabu (8/7/2020).



Dalam proses penanganan perkara perceraian itu, mantan suami JM sempat melakukan lobi kepada Ais. Agar menghentikan proses perkara dan menawarkan uang sebesar Rp3 Miliar.

Namun, pengacara senior itu menolak. Kemudian akhirnya, putusan cerai dikabulkan dan JM memperoleh harta gono-gini sebesar Rp400 Miliar.

Setelah perkara cerai tersebut selesai, JM tak kunjung membayarkan fee yang dijanjikan kepada Ais. Lantas, Ais melaporkan JM ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel dengan tuduhan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Sayangnya, kata Ifal, dalam kasus penyidikan tersebut, Ditreskrimum Polda Sulsel justru menghentikan kasus dengan mengeluarkan surat penetapan penghentian penyidikan (SP3).

“Ditreskrimum Polda beralasan, laporan kasus tersebut merupakan ranah perdata dan bukan ranah pidana,” tukasnya.

Atas dasar itu, Ifal kemudian mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Makassar. Dimana telah didaftarkan pada 10 Juni 2020 lalu.(*)