FKM UMI menggelar webinar nasional bertajuk 'Pencegahan dan Peningkatan Kekebalan Dalam Menghadapi Era New Normal', Selasa (14/7/2020)

Ulas Upaya Hadapi Era New Normal, FKM UMI Gelar Webinar Nasional

Kamis, 16 Juli 2020 | 12:31 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar webinar nasional bertajuk ‘Pencegahan dan Peningkatan Kekebalan Dalam Menghadapi Era New Normal’, Selasa (14/7/2020).

Dalam keterangan yang diterima, Kamis (16/7/2020), kegiatan yang terselenggara atas kerjasama dosen Kesmas FKM UMI dan mahasiswa ini menghadirkan dua narasumber diantaranya Gugur Besar Universitas Airlangga Prof. Dr. dr H Soedjajadi, dan dr. Ammar Abdurahman Hasyim dari Laboratory of Vaccinology and Applied Immunology, Kunazawa University, Japan.

Wakil Dekan III FKM UMI, Dr. dr. Andi Multazam (WD III) dalam sambutannya mengatakan, saat diklaim era new normal tentu harus sejalan dengan angka kasus kurva yang sudah melandai di Indonesia, namun faktanya tidak demikian.

“Jika berbicara era new normal maka perlu dipertanyakan bahwa sekarang ini new normal sudah berjalan atau masih perencanaan ataupun sudah di ancang-ancang karna kasus terlalu meningkat dan juga kita harus memiliki imunity yang cukup baik karna Covid-19 sudah seharusnya berdampingan dengan kita atau dalam artian beradaptasi sambil menunggu vaksinnya, maka dari itu imun kita harus kebal,” tegas Andi Multazam.



Sementara itu, narasumber pertama Prof Soedjajadi memaparkan bahwa hal mendasar yang harus dilakukan adalah terus menerapkan secara ketat protokol kesehatan, terlebih di era new normal.

“Jadi yang bisa saya garis bawahi di sini adalah kita harus bisa menghindari Covid-19 dengan cara mematuhi panduan protokol kesehatan seperti menerapkan peraturan menteri kesehatan dan selalu meningkatkan daya tahan tubuh kita. Protokol kesehatan penting dilakukan dalam masa pandemi Covid-19,” tutur Prof Soedjajadi.

“Upaya-upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh yaitu kondisi kesehatan dalam keadaan prima, konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, olahraga ringan secara teratur, dan pastinya konsumsi vitamin dan herbal,” sambungnya.

Sementara, narasumber ke dua dr Ammar menjelaskan, Covid-19 atau Sars-Cov-2 merupakan penyakit sangat menular. Virus ini dapat menularkan dari satu orang ke orang lain dalam satu waktu. Sars-Cov-2 dapat terjadi transmisi pada hewan ternak yang terdekat dengan manusia sehingga dapat ditularkan langsung.

“Protein spike ini penting digunakan sebagai vaksin. Sars-Cov-2 ini sangat pandai dalam mengelabui sel sehingga sel tidak dapat mengetahui bahwa daerahnya dilakukan untuk mereplikasi virus. Sel juga tidak dapat mengetahui bahwa adanya patogen dalam tubuh,” beber dr Ammar.

Diskusi virtual yang berlangsung interaktif antara peserta dan narasumber. Para peserta berasal dari beberapa universitas yang tersebar di seluruh Indonesia serta mahasiswa FKM UMI itu sendiri.(*)


BACA JUGA