Hj. Banri Alang menghadiri silaturahmi bersama Relawan Perempuan (Permata) Kacamatayya Ujungloe, di Desa Salemba, Sabtu (18/7/2020)
#

Orasi “Membara” Hj Andi Banri: Tomy Satria Tidak Hanya Peduli Jelang Pilkada

Sabtu, 18 Juli 2020 | 16:01 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Khaerul Fadli - Gosulsel.com

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM — Tokoh perempuan berpengaruh Hj. Andi Banri Alang membakar semangat warga Kecamatan Ujungloe yang didominasi kaum perempuan. Eks Legislator DPRD Bulukumba itu membara-bara saat mengupas keberpihakan Tomy Satria Yulianto kepada masyarakat yang tidak hanya dilakukan jelang Pilkada.

Dia menegaskan tidak memantapkan keberpihakan politiknya serta-serta. Namun telah berselancar menelusuri rekam jejak semua figur yang disebut-sebut akan bertarung di Pilkada Bulukumba. Bagi Hj Banri Tomy Satria yang berpasangan dengan Andi Makkasau adalah orang tepat, tidak hanya peduli jelang Pilkada.

“Saya dipertemukan salah satu warga dari (Desa) Dampang, dan membahas tentang jejak pak Tomy Satria. Saya bilang bahwa saya adalah saksi hidup kepedulian Tomy Satria yang tidak hanya dilakukan jelang Pilkada. Saya menyaksikan pak Tomy Satria memberikan bantuan pembangunan masjid dari tangannya ke tangan pengurus masjid yang bukan jumlah sedikit dan itu dilakukan jauh sebelum ada jadwal Pilkada,” kata Hj. Banri Alang saat menerima TSY dan Andi Makkasau pada silaturahmi bersama Relawan Perempuan (Permata) Kacamatayya Ujungloe, di Desa Salemba, Sabtu (18/7/2020).

Setahu Hj. Andi Banri bantuan itu tidak bersumber dari APBD, sebab tidak melalui prosedur seperti penyerahan proposan, namun langsung diserahkan secara insidentil.



Dengan tegas Hj. Andi Banri juga mengatakan bahwa Bulukumba butuh pemimpin yang komunikatif. Mampu diajak bertemu dan berbicara semua kalangan. 

Andi Banri mengatakan, masyarakat Bulukumba adalah masyarakat yang cerdas, itulah sebabnya harus dipimpin oleh kepala daerah yang cerdas pula. Bagi Hj. Andi Banri TSY-Makkasau lah orangnya.

“Kita bisa lihat selama ini jika pak Tomy hadir di tengah-tengah kita, cara berkomunikasi dan saat berpidato. Kita bisa tanyakan kepada pejabat pemerintahan saat memimpin rapat. Karena kalau kita mau tau seseorang tanyakan di lingkungannya,” ungkapnya.

“Permata tidak akan serta merta memberikan dukungan,” tegas Hj Andi Banri dalam pidatonya dengan suara yang berkarakter dan menggelegar.

“Kacamatayya di dada,” teriak salah seorang emak-emak menimpali sorakan Hj. Andi Banri.

Sementara untuk Andi Makkasau, kata dia adalah sosok yang paham betul dengan perekonomian rakyat. Selama 30 tahun memimpin KSP Berkat yang bergerak di bidang koperasi kerakyatan adalah perjalanan panjang yang telah mengukir segudang pengalaman.

“Keduanya adalah sosok yang terbukti sosialis. Pak Andi Makkasau, beliau punya penghargaan dari bapak Presiden. Beliau ahlinya UMKM,” tegasnya.(*)


BACA JUGA