Wakil Ketua Persatuan Masyarakat Selayar (Permas), Dr Agus Salim AR

Tiga Keunggulan Deng Ical yang Membuatnya Paling Pas Pimpin Makassar

Kamis, 23 Juli 2020 | 10:07 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Wakil Ketua Persatuan Masyarakat Selayar (Permas), Dr Agus Salim AR, turut mengomentari langkah salah satu putra daerah Selayar, Syamsu Rizal alias Deng Ical, yang akan bertarung pada Pilwalkot Makassar 2020. Keputusan pria yang dijuluki Somberena Makassar itu patut didukung. Toh, Deng Ical memiliki kapasitas mumpuni dengan peluang menang yang sangat besar. 

Agus berpendapat Deng Ical merupakan sosok yang layak dan paling pas memimpin Kota Makassar. Ada tiga keunggulan sekaligus modal kader tulen Muhammadiyah ini untuk berkompetisi pada kontestasi politik di ibukota provinsi Sulsel. 

Pertama, popularitas Deng Ical memang sudah tinggi sehingga lebih mudah mensosialisasikan diri dan program. Tingginya penerimaan masyarakat terhadap aktivis dan relawan kemanusiaan ini karena karakternya yang luwes dalam bergaul. 

Modal kedua, Agus menyebut Deng Ical memiliki pengalaman yang tidak dimiliki kandidat lain. Ketua PMI Makassar itu pernah mengemban tugas sebagai legislatif maupun eksekutif. Politikus Golkar itu memang sempat menjabat anggota DPRD Kota Makassar dan juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Wali Kota Makassar.



“Deng Ical ini kandidat yang sangat potensial. Beliau sudah dikenal luas oleh masyarakat dan yang kedua sudah berpengalaman, bahkan pernah menjabat wakil wali kota,” ucap Agus, kepada wartawan melalui sambungan telepon, Rabu 22 Juli 2020.

Modal ketiga yang tidak kalah penting, Agus menyebut latar belakang Deng Ical dan pendampingnya, Dokter Fadli Ananda. Paket dengan akronim Dilan ini merupakan representasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Bila jejaring kedua organisasi masyarakat Islam terbesar itu bergerak, Dilan tak bakal tertandingi pada Pilwalkot Makassar 2020.

“Dia (Deng Ical) kader, pilarnya Muhammadiyah dan saya dengar wakilnya dari NU. Kalau diupayakan dan dimaksimalkan pastinya bisa melebihi suara dari kandidat lain,” ucapnya. 

Yang menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan Dilan, lanjut Agus, adalah mensinergikan mesin pemenangan. Baik dari simpul parpol maupun komunitas dan relawan harus bergerak masif dengan perencanaan yang matang. Termasuk menjangkau seluruh pemilih potensial, seperti masyarakat Selayar yang sudah ber-KTP Makassar. 

“Harus punya perencanaan yang baik serta penataan organisasi tim sukses yang terarah dan sistematis. Dengan begitu, seluruh masyarakat Makassar, termasuk orang Selayar yang ada di Makassar mau berkontribusi mendukung Deng Ical menjadi Wali Kota Makassar periode mendatang,” ucapnya. 

Sejauh ini, Deng Ical merupakan Calon Wali Kota Makassar yang paling dikenal dan disukai masyarakat Selayar yang sudah menetap di Kota Daeng-julukan Kota Makassar. Bukan sebatas karena kesamaan asal usul, tapi karena kemampuan dan rekam jejak yang baik sehingga masyarakat Selayar di Makassar menyukai pria yang bercita-cita menjadi ustaz ini. 

“Deng Ical di mata warga Selayar yang ada di sini (Makassar) memang sudah cukup dikenal. Orangnya sederhana dan pintar. Punya pengetahuan dan wawasan keagamaan yang baik, itu pas untuk memimpin Makassar. Beliau sangat berpeluang memimpin daerah ini,” tandasnya. 

Pada Pilwalkot Makassar 2020, paket Deng Ical dan Dokter Fadli Ananda yang populer disapa Dilan maju dengan dukungan tiga parpol dengan total 12 kursi di parlemen. Di antaranya yakni PDIP (6 kursi), PKB (1 kursi) dan PKS (5 kursi).

Dua parpol pertama sudah secara resmi memberikan rekomendasi dukungan, tersisa PKS yang ditunggu memberikan rekomendasi paslon. Dilan juga masih menunggu dukungan sejumlah parpol lain yang masih intensif berkomunikasi.(*)


BACA JUGA