Mantan Ketua BEM Fakultas Sastra UMI, Muhammad Rizal Burahmat

Mantan Aktivis: Dilan Pemimpin Melayani, Bukan Dilayani

Selasa, 28 Juli 2020 | 22:06 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Dukungan masyarakat untuk Bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal dan Fadli Ananda, terus mengalir. Terlihat dari semakin banyaknya komunitas maupun relawan yang mendeklarasikan dukungan kepada pasangan dengan akronim Dilan.

Hal tersebut mengindikasikan masyarakat melihat adanya keunggulan yang dimiliki pasangan doktor dan dokter ini yang tidak dimiliki kandidat lain. 

Mantan Ketua BEM Fakultas Sastra UMI, Muhammad Rizal Burahmat, berpendapat daya pikat utama Dilan yang tidak dipunyai rivalnya adalah kebiasaan memberikan pelayanan prima yang sudah teruji kepada masyarakat. Deng Ical maupun Dokter Fadli memiliki DNA melayani dan itu telah dibuktikan dalam keseharian.

Olehnya itu, publik pastinya bisa lebih yakin bila Dilan terpilih, mereka akan menjadi pemimpin yang melayani masyarakat, bukan dilayani. 



Sekadar tahu saja, Deng Ical merupakan Ketua PMI Kota Makassar dan Fadli Ananda merupakan dokter sekaligus pemilik RSIA Ananda. Keduanya juga dikenal sebagai aktivis dan relawan aksi sosial kemanusiaan yang kerap terjun langsung ke lokasi bencana. Kepekaan dan jiwa sosial yang tinggi itulah, menurut lelaki yang kerap dipanggil Ical Pinisi yang membuat Dilan memiliki nilai plus yang tidak dipunyai kandidat lain. 

“Kedua figur ini sudah terbiasa memberikan pelayanan, tiap hari malah. Mereka juga kerap turun langsung ketika ada bencana, meski itu di luar Makassar. Nah, kalau orang lain saja yang tidak dikenal, mereka peduli serta mau membantu dan melayani, ya apalagi nanti kalau dipercaya memimpin Makassar. Tidak mungkin abai ke masyarakat yang dipimpinnya,” ucap Bendahara PW GP Ansor Sulsel itu, Selasa (28/7/2020).

Mantan Ketua PMI Komisariat UMI Ini melanjutkan, Makassar memang merindukan dan butuh wali kota yang mau mengabdi dengan tulus membangun daerah, termasuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Terlebih, ibukota provinsi Sulsel memiliki ragam masalah yang amat kompleks, ditambah lagi dengam masyarakat yang multikultur. 

“Dilan bisa menjadi jawaban dari problematika tersebut. Selain karena punya DNA melayani, keunggulan pasangan ini terletak pada karakter, pengalaman dan rekam jejak. Keduanya mempunyai catatan positif dan bersih,” ucap wakil ketua PC Anshor Kota Makassar ini.  

Deng Ical memang dikenal dengan karakter sombere. Kader tulen Muhammadiyah itu bisa diterima oleh seluruh elemen masyarakat. Ia berteman dengan semua orang, tanpa membeda-bedakan si kaya dan si miskin. Tak berbeda dengan Deng Ical, Fadli Ananda merupakan pribadi yang sopan dan ramah kepada setiap orang. Ia juga menjadi representasi suara kalangan milenial. 

Keunggulan lain, Deng Ical juga memiliki pengalaman yang komprehensif di pemerintahan, baik sebagai eksekutif maupun legislatif. Ia pernah menjabat anggota DPRD Makassar dan juga pernah mengemban amanah sebagai Wakil Wali Kota Makassar. Tidak kalah penting, rekam jejak Deng Ical maupun Fadli Ananda terbilang bersih. Mereka tak pernah tersangkut masalah.(*)


BACA JUGA