Peringatan Satu Tahun Meninggalnya IYL Dilakukan Secara Virtual

Jumat, 31 Juli 2020 | 17:43 Wita - Editor: Dilla Bahar -

GOWA, GOSULSEL.COM–Peringatan satu tahun meninggal Mantan Bupati Gowa dua periode (2005-2015), Ichsan Yasin Limpo (IYL) dilakukan Dzikir, Doa dan Yasinan bersama secara virtual melalui aplikasi zoom, Kamis (30/7/2020) malam.

Mewakili keluarga almarhum IYL, Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa sosok Sang Punggawa (sapaan IYL) bukan hanya sebagai keluarga, tetapi juga sebagai sahabat dan teman.

Olehnya itu, dirinya menyampaikan permohonan maaf jika selama hidupnya, almarhum IYL  pernah melakukan kesalahan. Kakak dari IYL ini juga berharap keluarga, sahabat dan masyarakat Kabupaten Gowa untuk tetap mendoakan almarhum IYL.



“Tentu saja ini akan menjadi hal yang berarti almarhum di sana di tempatnya. Do’a-do’a kita pasti akan memberikan dia ketenangan. Kalaupun ada salah, khilaf dan mungkin ada hal yang tidak berkenan selama ini, pengampunan kita akan membawanya dia ke tempat-tempat yang lebih damai,” ucap SYL.

Sementara itu, Ustadz Usman Jasad dalam ceramahnya mengatakan bahwa kebahagiaan di dunia dan di akhirat dibagi menjadi empat golongan. Yaitu orang yang bahagia dunia dan di akhirat, kemudian orang yang bahagia di dunia tapi sengsara di akhirat.



Selanjutnya golongan manusia sengsara di dunia dan bahagia di akhirat dan golongan yang terakhir sengsara di dunia dan sengsara di akhirat. Namun menurut Ujas sapaan Usman Jasad, dirinya yakin bahwa almarhum IYL ada orang yang termasuk dalam golongan yang pertama yaitu orang yang bahagia di dunia dan akhirat.

Ia menjelaskan bahwa golongan yang pertama ini adalah orang yang selam hidup di dunia kaya harta, kaya ilmu, kaya kekuasaan dan rajin beribadah  dan selalu memikirkan kepentingan orang banyak. Inilah yang menurut Ujas ada pada sosok Almarhum IYL.

“Saya yakin hal tersebut, saya ini adalah seorang ustadz. Yang telah lama mendampingi beliau turun ke desa-desa, kecamatan-kecamatan sehingga tahu persis gagasan dan ide-ide besar dari beliau,” ujarnya.

Ujas yang juga akademisi UIN Alauddin Makassar ini menyebutkan bahwa beberapa ide-ide dan gagasan almarhum IYL yang sangat luar biasa dan hingga saat ini masih dirasakan adalah program Pencerahan Qalbu Jumat Ibadah, Kesehatan dan Pendidikan Gratis.

“Inilah warisan amal jariah yang beliau tanamkan sehingga saya yakin almarhum ayahanda Ichsan Yasin Limpo masuk dalam golongan orang yang bahagia di dunia dan di akhirat,” jelasnya.

Dirinya juga menambahkan bahwa apa yang dilakukan oleh almarhum IYL semasa hidupnya sudah sesuai dengan hadits Rasulullah Saw yaitu sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain.

“Tak terhitung kebaikan yang beliau tanam, tak terhitung kebajikan yang beliau tebarkan, tak terhingga amal jariyah yang beliau tinggalkan kepada kita semua dan saya yakin itu akan mengantarkan beliau tenang di alam kubur,” tambahnya.

Kegiatan ini turut diikuti Kapolda Sulsel, Anggota DPRD Sulsel, Pj Walikota Makassar, Bupati Gowa, Wakil Bupati Gowa, Forkopimda Kabupaten Gowa, Para Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa, seluruh saudara, kerabat, keluarga dan sahabat almarhum serta masyarakat Kabupaten Gowa.(*)


BACA JUGA