Kadispora Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin saat ditemui di Gedung DPRD Makassar, Selasa (04/08/2020).

Tanpa Seleksi, Paskibraka 2019 Jadi Pengibar Bendera 17 Agustus Pemkot

Selasa, 04 Agustus 2020 | 22:53 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pemkot Makassar melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memutuskan untuk menghentikan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2020. Sebagai gantinya, pihaknya pun telah memilih pasukan lain.

Ialah Paskibraka tahun 2019, yang akan bertugas dalam upacara peringatan HUT RI ke-75 ini. Sebanyak 8 anggota telah ditunjuk untuk mengambil bagian.

Penunjukan Paskibraka tahun sebelumnya sebagai pengibar bendera tahun ini, tak terlepas dari keputusan Kemenpora RI. Ini terkait seleksi dibatalkan dan menunjuk pasukan lain.

“Sesuai surat dari pusat, tidak diadakan seleksi Paskibraka, jadi kami keluarkan surat pada Capas yang sudah mengikuti tahapan seleksi, kita hentikan,” kata Kepala Dispora Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin di Gedung DPRD Makassar, Selasa (04/08/2020).



Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 masih menghantui Makassar. Dengan demikian, hanya 8 anggota yang ditunjuk sesuai instruksi dari Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg). 

“Kemudian Paskibraka sesuai dengan acuan, hanya 3 orang, dari kami menyiapkan 8 orang, 3 pengibaran, 3 penurunan (bendera), 2 cadangan,” jelasnya.

Perihal latihan pengibaran bendera, kata Hendra, tidak dilakukan secara intens dan tidak lagi sulit. Pasalnya, mereka yang terpilih sudah pernah mengibarkan bendera merah putih pada tahun lalu.

“Saya pikir tidak terlalu sulit, karena mereka sudah melaksanakan pengibaran tahun lalu. Kemudian tidak terlalu rumit karena 3 orang, dan formasi tidak terlalu rumit,” sambungnya. 

Sementara itu, adapun upacara HUT RI ke-75 kali ini akan berlangsung di Balai Kota Makassar. Mereka yang hadir pun tidaklah banyak untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Upacara dilakukan dengan mengundang Forkopimda, para Kepala Dinas mengikuti upacara lewat virtual. Pasukan terdiri dari 20 orang, pasukan peserta upacara hanya 20 orang, terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD,” tutup Hendra. (*)


BACA JUGA