#

Jamal Diduga Meninggal Karena Dibunuh, Keluarga Desak Polisi Ungkap Pelaku

Kamis, 20 Agustus 2020 | 18:58 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Khaerul Fadli - Gosulsel.com

BULUKUMBA, GOSULSEL.COM–Kasus kematian Almarhum Jamal pada Kamis (23/7/2020) lalu di Dusun Pamanggolo Desa Benteng Malewang Kabupaten Bulukumba mengundang tanya oleh pihak keluarga.

Jumran (47) yang di dampingi anak Almarhum Jamal, Yayat (30) tidak menerima kematian saudaranya lantaran menurutnya, Jamal meninggal karena dibunuh bukan meninggal gara-gara kecelakaan lalu lintas saja.

pt-vale-indonesia

“Kakak saya Almarhum Jamal bukan meninggal karena lakalantas saja, tapi dia dibunuh. Buktinya ada luka bekas sajam dan benda tumpul,” ucap Jumran.

Pihaknya mendesak polisi agar segera menuntaskan kasus indikasi pembunuhan terhadap Jamal. Jumran mengancam akan mengumpulkan massa di Benteng Malewang untuk sama-sama turun ke Polres Bulukumba jika pihak kepolisian menutup kasus kematian kakaknya demi mencari keadilan.

“Tragis ini kematiannya kakakku, dia meninggal dengan banyak bekas luka tusuk, bahkan otaknya terlempar keluar berhamburan sementara motor dan helemnya tidak lecet,” tambah Jumran.

Jumran menuturkan, pihak keluarga sudah melapor di Mapolres Bulukumba pada 24 Juli lalu, hanya saja belum ada perkembangan dari pihak kepolisian terkait hasil penyelidikanya. Ia menilai pihak Kepolisian lamban menangani kasus tersebut.

“Hari itu juga kami bawa pak Jamal ke RSUD Bulukumba untuk diotopsi, dan hasilnya pun pihak RSUD sudah menyerahkan ke kepolisian. Hanya saja memang kami sayangkan pihak kepolisian lambat menangani dan memberikan kami kejelasan terkait laporan yang pernah saya masukan bulan Juli lalu,” terangnya.

Menurutnya, kasus kecelakaan yang menyebabkan kematian sang kakak bisa dengan mudah diungkap oleh kepolisian. Pasalanya, kejadian tersebut tidak laku tunggal.

“Dia baku serempet dengan ibu Sanian, yang pada saat itu motornya dikendarai oleh cucunya, Akbar. Nah kami menduga gara-gara insiden kecelakaan itulah sehingga kakak saya di pukuli hingga di bunuh oleh keluarga Sanian,” akunya.

Saat di konfirmasi melalui jalur telepon, Kanit Tipidum Polres Bulukumba mengatakan bahwa aduannya sudah masuk, hanya saja, kata Aipda Hamka aduan keluarga baru ia terima seminggu yang lalu.

“Iya memang. ada aduan keluarga korban masuk, tapi baru minggu lalu kami terima,” terang Aipda Hamka.

Kata Aipda Hamka, terkait aduan tersebut nantinya, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Lakalantas, karna memang penanganan awalnya berhubungan dengan Lakalantas. 

Ditanya soal kapan proses penyelidikan dilakukan oleh Unit Tipidum, Aipda Hamka mengatakan bahwa dalam waktu dekat dirinya akan melakukan penyelidikan. Bahkan aduan keluarga korban pun sudah didisposisi dan sementara akan menerbitkan surat perintah penyelidikan serta menetapkan terkait tahapan yang ke depan akan dilakukan. 

Selain itu, pelaksana harian Kasat Reskrim Polres Bulukumba Ipda Muhammad Dasri turut menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan proses terkait aduan tersebut, hanya saja saat ini memang banyak kasus yang sementara ditangani oleh Tipidum sehingga prosesnya bertahap setiap kasus.(*)


BACA JUGA