Kondisi pekerjaan oprid Jembatan Bampang, Desa Manyampa, Kecamatan Ujungloe, Bulukumba yang disorot masyarakat saat diabadikan beberapa waktu lalu.

Belum Rampung, Proyek Jembatan Bampang Disorot

Selasa, 25 Agustus 2020 | 16:10 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Rusli - GoCakrawala

MAKASSAR, GOSULSEL.COM— Proyek jembatan Bampang, Desa Manyampa, Kecamatan Ujungloe, Bulukumba, Sulsel jadi sorotan. Proyek yang dikerjakan tahun 2019 lalu itu sampai sekarang belum selesai. 

Ketua Gerakan Rakyat Turatea, Ahmad Murdani mengungkapkan, proyek milik Balai Besar Peningkatan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar itu tidak diselesaikan dengan baik.

Berdasarkan hasil investigasi Gerat di lapangan, menemukan banyak keganjilan. Konstruksi jembatan diduga dikerjakan tidak sesuai standar. 

Salah satunya, kata dia pemasangan batu pada bagian oprid jembatan. Hanya dipasang seadanya. Tidak diplester.  “Pemasangan batunya amburadul. Tidak sesuai produk konstruksi nasional,” ungkap Ahmad dalam rilisnya, Selasa, (25/8/2020)



Jembatan Bampang sendiri letaknya di Poros Bulukumba-Bira. Menurut Ahmad, hasil pekerjaan yang dilakukan pihak rekanan tidak sesuai dengan anggaran negara yang dialokasikan untuk proyek jembatan tersebut. 

“Nilai anggaran negara cukup besar. Tapi hasil pekerjaan tidak sesuai standar. Makanya setelah kami kaji, kesimpulan Gerat akan laporkan ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi,” tegas Ahmad. 

Selain melaporkan pekerjaan jembatan Bampang ke KPK, pihaknya juga meminta atensi Kementerian Pekerjaan PUPR RI di Jakarta. Rekanan dan oknum PPK BBPJN Makassar XIII yang terlibat pada proyek jembatan Bampang mesti dievaluasi. 

Apalagi, kondisi jembatan saat ini juga menimbulkan polusi udara dengan banyaknya debu jika dilintasi para pengguna jalan.

“Kementrian PUPR RI jangan berpangku tangan. Harus ada evaluasi. Sebab, laporan masyarakat disana, hasil pekerjaan jembatan Bampang seperti itu akibat pengawasan yang lemah dari PPK-nya,” pungkas Ahmad. 

Terpisah, Kasatker BBPJN, Amin Hamid mengatakan, proyek jembatan Bampang memang tidak selesai tahun 2019. Sehingga dilanjutkan hingga tahun 2020. “Saya sekarang pindah di Palu. Sebaiknya konfirmasi ke PPK nya saja disana,” ujar Amin.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 BBPJN XIII Makassar, Basri saat dikonfirmasi mengaku pekerjaan jembatan memang sempat tersendat lantaran anggarannya dipotong untuk dialihkan penanganan Covid-19. 

Hanya saja, saat ini pekerjaan sudah selesai semuanya. “Yang jembatannya itu sudah lama selesai. Sisa pengaspalannya yang sempat terhenti karena Covid-19. Tapi sekarang sudah selesaimi,” jelas Basri. (*)


BACA JUGA