Penerapan program Empower Youth For Work (EYW) di Desa Bonto Bahari, Desa Tupabiring dan Ampekale, Kabupaten Maros
#

Tahan Laju Pandemi Covid-19, ADS dan Oxfam Berdayakan Pemuda Desa di Maros

Sabtu, 29 Agustus 2020 | 22:30 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Muhammad Yusuf - GoSulsel.com

MAROS, GOSULSEL.COM — Penerapan program Empower Youth For Work (EYW) di Desa Bonto Bahari, Desa Tupabiring dan Ampekale, Kabupaten Maros, oleh Aliansi Untuk Desa Sejahtera (ADS) bekerjasama dengan Oxfam, bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan kapasitas anak muda di desa-desa pesisir agar siap untuk masuk dunia kerja atau berwirausaha. 

Dimana, melalui program EYW ini ADS dan Oxfam melakaukan pengembangan, pendidikan soft skill dan hard skill serta melakukan pendampingan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kabupaten Maros, khususnya di kalangan pemuda dan pemudi mulai usia 15 sampai dengan 29 tahun. 



Asisten Program Officer (PO) ADS Maros, Abdul Muis, menuturkan bahwa program ini bertujuan untuk membina SDM di Desa dalam mengelola potensi yang ada dan melakukan pengembangan serta memfasilitasi setiap pekerjaan. 

“Program ini membantu pemuda dan pemudi dalam mengelola potensi Desa mereka masing-masing. Di samping itu, juga memfasilitasi pekerjaan melalui magang, pelatihan kerja, pertukaran informasi pekerjaan dan mentoring usaha dan kewirausahaan baru untuk berkelanjutan dalam suatu kelompok lewat youth hub,” kata Abdul Muis. Sabtu (29/8/2020).

Di Kabupaten Maros sudah ada tiga kelompok youth hub dengan pengelolaan masing-masing potensi desanya seperti kelompok youth hub Laskar Jaya Bahari di Desa Bonto Bahari mengelola keripik kepiting, youth hub Bina Makmur di Desa Ampekale mengelola stick tiram dan youth hub Desa Tupabiring mengelola bakso ikan. 

Namun, dalam perjalanan penerapan program ini, kata Abdul Muis, diperhadapkan dengan kondisi wabah pandemi corona virus disease (Covid) 19. Sehingga, ADS mendorong setiap kelompok youth hub dilakukan peningkatan kapasitas untuk turut serta dalam melakukan pencegahan. 

“Ada beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain melakukan pencegahan wabah dengan aktif melakukan kampanye pencegahan covid, belajar menanam dan membagikan tanaman sayur serta belajar menjahit masker kemudian dibagikan ke setiap warga,” ujarnya. 

Sejak awal bulan Agustus 2020 lalu, kegiatan pencegahan ini dilakukan secara masif kepada masyarakat Desa. Abdul Muis menjelaskan, salah satu kegiatan pencegahan yang dilakukan adalah menanam dan membagikan sayur. Hal ini, sebagai bentuk upaya pemenuhan imun warga di masa pandemi. 

“Dengan pembagian sayuran ini diharapkan kebutuhan nutrisi setiap warga bisa terpenuhi. Sayur dan masker dibagikan oleh kelompok youth hub dengan cara door to door, paling tidak cara ini bisa mengurangi kerumunan yang nantinya dikhawatirkan akan menambah klaster baru,” tambahnya. 

Lebih lanjut Abdul Muis menjelaskan bahwa kedepannya penerapan program ini akan dikolaborasikan dengan program-program kementrian sosial dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.(*)

Tags:

BACA JUGA