Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar, Elodewata saat berbicara di Coffee Morning Humas Pemkot Makassar di Shox Coffee, Rabu (1/9/2020)

55 Kasus Kebakaran di Makassar Terjadi Akibat Arus Pendek Listrik

Rabu, 02 September 2020 | 19:35 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar, Elodewata menyampaikan ada 88 kasus kebakaran yang terjadi di Makassar sepanjang tahun 2020. Dari jumlah tersebut, sebanyak 55 kasus yang disebabkan oleh hubungan arus pendek listrik yang terjadi di lingkungan perumahan, dan perbelanjaan.

Kata Elodewata, kebakaran juga dipicu oleh cuaca terlebih saat musim kemarau. Selain itu, kadang dipicu oleh kelalaian manusia yang lupa memadamkan api kompor usai memasak, atau lupa memadamkan api usai membakar sampah. 

“Kami telah melakukan edukasi dan sosialisasi upaya pencegahan kebakaran di titik-titik yang rawan terbakar tujuannya untuk menggugah kesadaran masyarakat bekerjasama menjaga lingkungan dari potensi kebakaran,” ucapnya saat Coffee Morning Humas Pemkot Makassar di Shox Coffee, Rabu (1/9/2020).

Ketua DPD Asosiasi Kontraktor Listrik Mekanikal (AKLI) Sulsel, Budiman juga ikut berkomentar. Ia mengatakan ada beberapa faktor yang bisa mengakibatkan hubungan arus pendek listrik. 



Diantaranya pencurian listrik atau sambung langsung yang dipicu dari keinginan masyarakat menikmati daya listrik yang tinggi dengan biaya rendah. Penyebab lainnya berasal dari instalasi listrik yang tidak mampu menyokong daya terpasang. 

“Ada penambahan daya sementara tidak dilakukan pengecekan apakah instalasi yang terpasang mampu menyokong penambahan daya tersebut,” kata Budiman. 

Idealnya, lanjut Budiman, setiap 10 tahun sekali dilakukan pengecekan instalasi listrik apakah masih laik atau membutuhkan rehabilitasi. Pengecekan ini dapat mencegah terjadinya hubungan arus pendek listrik yang dapat memicu terjadinya kebakaran.(*)


BACA JUGA