Dinas Kearsipan Kota Makassar menggelar workshop Pengelolaan Arsip Dinamis di Grand Celino, Senin (12/10/2020)

Dinas Kearsipan Makassar Gelar Workshop Maksimalkan Pengelolaan Arsip

Selasa, 13 Oktober 2020 | 09:22 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Dinas Kearsipan Kota Makassar menggelar workshop Pengelolaan Arsip Dinamis. Kegiatan ini berlangsung di Grand Celino, Senin (12/10/2020).

Plt Kepala Dinas Kearsipan Kota Makassar, Tajuddin menjelaskan bahwa itu merupakan kegiatan pengelolaan arsip yang dihasilkan oleh pencipta arsip. Di mana arsip tersebut memiliki nilai guna dan dapat memberikan informasi dengan cepat, ini jika sewaktu waktu dibutuhkan dalam memberikan pelayanan kepada publik.

“Sebagai bentuk perhatian pemerintah kota alam rangka mengimplementasikan Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, kami menggelar Workshop Arsip Dinamis pada SKPD dalam lingkup Pemkot Makassar,” ungkapnya saat memberikan sambutan.

“Pengelolaan arsip dinamis adalah kegiatan pengelolaan arsip yang dihasilkan oleh pencipta arsip. Dimana arsip tersebut memiliki nilai guna,” lanjutnya.



Tajuddin juga menjelaskan tujuan pengelolaan arsip. Ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan arsip dalam penyelenggaraan kegiatan sebagai bahan akuntabilitas kinerja dan alat bukti yang akurat. Dengan berdasarkan pada suatu sistem yang sesuai dengan norma, standar, prosedur dan kriteria.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Dinas Kearsipan kota Makassar, Andi Arfan mengatakan bahwa arsip-arsip tersebut yang berada di Pemkot haruslah dikelola secara baik dan tepat. Dengan memperihatinkan kaidah-kaidah manajemen kearsipan.

“Arsip yang tersimpan adalah informasi yang di dalamnya bisa dimanfaatkan secara optimal, oleh setiap unit unit kerja  oleh sebab itu maka dipandang perlu untuk melaksanakan workshop arsip dinamis pada SKPD unit kerja dalam lingkup pemerintah kota Makasar,” tutur Ketua Panitia workshop ini.

Kegiatan workshop kearsipan tahun 2020 ini digelar dengan jumlah peserta terbatas. Pihak panitia juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat pada kegiatan ini.(*)