Calon Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI (Deng Ical), melakukan kampanye di lima titik di Kecamatan Biringkanaya, Senin (12/10/2020)

Tiga Pilar Pembangunan Dilan, Buka 100 Lapangan Kerja Hingga Pangkas ASN yang Bermental Bos

Selasa, 13 Oktober 2020 | 13:25 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Calon Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI (Deng Ical) memanfaatkan waktu tersisa jelang pemilihan 9 Desember 2020. Senin, 12 Oktober, saat mendapat giliran kampanye di zona 3, ia mendatangi sedikitnya lima titik di Kecamatan Biringkanaya.

Sementara itu, pasangannya, Dokter Fadli Ananda bergerak di titik berbeda. Pasangan doktor dan dokter ini memasifkan gerakan dalam kurun waktu yang tersisa.

Tak hanya itu, selain kampanye tatap muka di lima titik, Deng Ical juga melakukan blusukan dengan mendatangi kantong-kantong pemilih padat. Jumpa dengan tokoh masyarakat setempat juga tetap dilakukan.

Di setiap titik, Deng Ical meyakinkan pemilih soal alasan memilih Dilan (Deng Ical-Fadli Ananda). Salah satunya karena tiga pilar pembangunan Dilan yang memang sangat tepat dan dibutuhkan masyarakat ke depan.



Pertama, Makassar Maju merupakan pilar pembangunan yang akan membuka 100 lapangan kerja. Di tengah situasi pandemik, Dilan akan memberikan stimulan dalam bentuk program Ayo Kerja.

“Salah satu titik tantangan pandemik ini adalah semangat kerja. Mau kerja tapi khawatir terpapar. Apalagi memang sebelum penerapan tatanan hidup normal baru, semua orang memang diminta untuk tinggal di rumah,” ungkapnya.

Oleh karena itu, semangat kerja mesti dibangkitkan kembali. Bagi yang bermasalah dengan modal, tapi sudah punya semangat, pemerintah akan hadir memberikan stimulan berupa bantuan modal kerja.

“Tingginya angka pengangguran juga akan kita tangani dengan menciptakan 100 ribu lapangan kerja. Karena itu, kita akan benahi data pada 100 hari pertama, sehingga ketahuan siapa-siapa yang masih menganggur dan keahliannya apa,” bebernya.

Selanjutnya, Pilar Makassar Melayani. Saat Dilan memimpin Kota Makassar, maka ucapkan selamat tinggal pada ASN yang bermental bos. Harus ada perubahan dalam pola pelayanan. Harus lebih ramah, lebih sombere.

“Setiap warga yang datang ke pusat-pusat layanan publik harus dilayani dengan ramah, disambut dengan senyum dan diberikan pelayanan secara optimal,” tegasnya.(*)


BACA JUGA