Deng Ical saat melakukan kampanye di BTN Minasaupa Blok AB dan D, Rabu (14/10/2020)

Siap Pimpin Makassar, Deng Ical Paparkan Program 100 Hari Pasca Pelantikan

Rabu, 14 Oktober 2020 | 22:06 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Kandidat nomor urut 3, Dr Syamsu Rizal MI (Deng Ical) – Fadli Ananda membuktikan diri sebagai kandidat yang paling siap memenangkan Pilkada Makassar 2020. Buktinya, pasangan ini tidak hanya menyiapkan visi misi membangun Kota Makassar lima tahun ke depan, tetapi juga sudah menyiapkan program 100 hari pertama pasca pelantikan.

Program 100 hari pasangan DILAN (Deng Ical-Fadli Ananda) ini dipaparkan Deng Ical saat kampanye di BTN Minasaupa Blok AB dan D, Rabu, 14 Oktober 2020. Deng Ical menjelaskan ada tiga (3) program 100 hari yang sudah disiapkan.

Pertama, unifikasi data. Program ini sangat penting untuk membenahi data yang selama ini cenderung amburadul. Ke depan, peran RT/RW ini sangat penting untuk memastikan data yang ada benar-benar akurat.

“Bagaimana pun, RT/RW yang paling tahu warganya. Berapa warga miskin, pengangguran, berapa ibu-ibu yang bisa buat industry rumahan tapi tidak punya modal, berapa anak muda yang punya keterampilan tapi masih menganggur, dan seterusnya,” ungkap Deng Ical di hadapan warga.



Selama ini, lanjut Deng Ical, banyak yang berhak dapat BLT justru tidak dapat. Sebaliknya, ada yang dianggap tidak berhak justru dapat. Nah, itu persoalannya di data. “Inilah yang mesti pertama kita benahi ke depan. Karena bagaimana pun, jika data bermasalah, tentu kebijakan juga ikut bermasalah,” imbuhnya.

Program 100 hari berikutnya adalah peta drainase. Menurut Deng Ical, Kota Makassar dengan kondisi hari ini, jika bersamaan air pasangan dengan musim hujan, maka bisa dipastikan ada genangan. Karena memang faktor ketinggian di atas permukaan laut.

“Oleh karena itu, yang mesti jadi perhatian adalah peta drainase, sehingga ketahuan mesti dialirkan kemana. Selain itu, pemerintah harus tegas dalam urusan wilayah yang menjadi daerah resapan air. Itu harus diatur dengan tegas,” katanya.

Program 100 yang ke-3 adalah reformasi birokrasi. Mental pelayanan ASN harus diubah. Tidak boleh lagi ada yang merasa lebih bos dari rakyat. “ASN harus bermental melayani. Mereka digaji dengan uang rakyat, sehingga yang bos adalah rakyat. ASN harus melayani rakyat dengan baik,” tegasnya.

“Inilah yang menjadi program 100 DILAN. Mari kita sama-sama berjuang untuk mewujudkan ini dengan memilih nomor 3 pada 9 Desember 2020 di TPS masing-masing,” ajak Deng Ical.(*)


BACA JUGA