Kadinkes Makassar, Naisyah Tun Azikin saat ditemui di depan Posko Covid-19 Makassar, Senin (27/7/2020)

Tunda Swab Massal, Dinkes Makassar Fokus Waspadai Klaster Perkantoran

Kamis, 15 Oktober 2020 | 18:33 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Makassar memutuskan untuk menunda tes swab massal. Padahal sebelumnya, pihaknya ingin melakukan pemeriksaan tersebut di empat kecamatan episentrum Covid-19.

Akan tetapi, keputusan ini diambil karena ingin fokus untuk mewaspadai adanya klaster perkantoran. Olehnya, tracking atau pencarian kasus di sektor perkantoran pun dilakukan. Sebab, hal itu dinilai lebih mendesak ketimbang tes swab massal di empat kecamatan.

“Swab empat kecamatan belum ada perencanaan. Kita masih jalan dulu tracking pada yang lain yang prioritas misalnya ada kantor yang ada positif kita fokus dulu di tempat seperti itu,” ungkap Kepala Dinkes Makassar, Naisyah Tun Azikin, Rabu (14/10/2020).

Kata dia, pihaknya fokus melakukan tracking di tempat tempat yang dinyatakan ada kasus positif covid-19. Sehingga, penanganan bisa lebih cepat dilakukan. 



“Beberapa hari ini. Misalnya kemarin sudah dua kali di Pemkot karena ada yang di Bappeda yang positif, nah kita fokus dulu yang jelas jelas ada yang kontak positif di situ,” kata Naisyah.

Sebelumnya, Ketua Tim Konsultan Epidemiologi Satgas Covid-19 Makassar, Ansariadi menyarankan tes swab massal kembali dilakukan di kecamatan potensi zona merah. Ini setelah tes tahap pertama minim partisipasi dari masyarakat. 

“Kita liat ada beberapa kecamatan yang memang itu ditemukan kasus positif banyak, tapi yang ikut tes swab itu sedikit,” ucapnya.

Empat Kecamatan berdasarkan data pemeriksaan tersebut ialah Rappocini, Biringkanayya, Tallo dan Mamajang. Di 4 Kecamatan tersebut, dinilai Ansariadi masih belum terlacak secara maksimal lantaran minimnya capaian target yang telah dialokasikan Dinkes di setiap kecamatan. (*)


BACA JUGA