Kadinkes Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin saat ditemui di Balai Kota Makassar, Selasa (02/06/2020).

Musim Pancaroba, Dinkes Minta Warga Makassar Waspadai DBD

Kamis, 22 Oktober 2020 | 23:27 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota meminta masyarakat berhati-hati di masa transisi musim atau pancaroba. Sebab, potensi sejumlah penyakit terjadi, salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD).

Berdasarkan laporan BMKG Wilayah IV Makassar, musim hujan di Kota Makassar diprediksi masuk pada bulan Oktober ini, dan lebih intens di bulan selanjutnya hingga awal tahun 2021.

Kepala Dinkes Kota Makassar, Naisyah Tun Azikin mengatakan masyarakat saat ini harus menggalakkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M plus. Gerakan ini rutin dilakukan setiap tahun pada musim-musim tertentu terutama saat transisi musim.

“Jadi tetap mengingatkan masyarakat untuk pemberantasan sarang nyamuk PSM 3M itu,” ucap Naisyah singkat saat dihubungi, Kamis (22/10/2020).



Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa gerakan PSN 3M adalah upaya pencegahan dengan melakukan sejumlah upaya. Seperti menguras bak penampungan air, menutup rapat, lalu memanfaatkan wadah-wadah yang berpotensi menjadi genangan untuk tempat berkembang biak nyamuk.

Kasus DBD Kota Makassar, kata Naisyah, dilaporkan masih tergolong normal dan sama sekali belum ada peningkatan. Namun, demi mengantisipasi hal ini, kebiasaan tersebut sudah harus digalakkan dari sekarang.

Dinkes Makassar melalui sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes) memastikan siap menerima persoalan terkait DBD. Baik itu konseling terkait penanganan maupun pengobatan terindikasi DBD.

“Seluruh puskesmas kita siap sampai saat ini, belum ada peningkatan kasus itu, kita (Nakes) semua siap,” kata Naisyah.

Selain gerakan 3M Naisyah juga meminta masyarakat rutin menaburkan benih anti larva alias abate ke dalam sumber air. Baik sumur, tandon air hingga bak penampungan lainnya untuk membunuh jentik nyamuk.

Dalam rangka mendukung upaya ini Dinkes Kota Makassar meminta masyarakat untuk datang ke Dinkes. Atau faskes terdekat jika membutuhkan abate anti larva tersebut.

“Kita juga bagi-bagi bubuk Abate kalau masyarakat butuh silahkan minta, datang saja,” ucapnya.

Sementara metode fogging juga akan mulai dirutinkan pihaknya. Naisyah memastikan tim Fogging akan langsung menyambangi daerah-daerah jika ada permintaan fogging.

“Jadi kita tetap lakukan penyemprotan, walau masyarakat tidak melapor, itu tetap di-fogging, cuman tetap kita pertimbangkan jika ada yang minta khusus,” pungkasnya. (*)


BACA JUGA