Calon Wali Kota Makassar nomor urut 3, Dr Syamsu Rizal MI, Deng Ical, kembali mengisi jadwal sosialisasinya dengan melakukan tatap muka dengan warga di Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Senin (25/10/2020)

Terpilih Jadi Wali Kota, Ini Solusi Deng Ical untuk Warga Miskin

Selasa, 27 Oktober 2020 | 23:20 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Calon Wali Kota Makassar nomor urut 3, Dr Syamsu Rizal MI, Deng Ical, kembali mengisi jadwal sosialisasinya dengan melakukan tatap muka dengan warga di Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Senin (25/10/2020).

Dalam kesempatan ini, Deng Ical memastikan, jika dirinya diberi amanah memimpin Kota Makassar, maka semua warga miskin akan punya bapak asuh.

Mengapa? Karena warga miskin tidak boleh dibiarkan kehilangan harapan. Warga miskin tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri, memikirkan apa yang bisa dimakan besok. Juga tidak boleh dibiarkan harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar lainnya.

“Kalau saya diberi amanah bersama Dokter Fadli untuk memimpin Makassar maka tidak boleh warga miskin dibiarkan berjuang sendiri memenuhi kebutuhannya. Pemerintah harus hadir melalui program bapak asuh,” jelas Deng Ical.



Siapa yang akan jadi bapak asuh? Semua pejabat pemerintah akan kebagian secara proporsional. Wali kota dan wakil wali kota  tentu harus punya tanggungan yang lebih besar. Kalau belum terbagi habis, maka pemerintah akan mengajak pihak swasta, khususnya para pimpinannya.

“Oleh karena itu, maka data harus bagus. Harus akurat. Tidak boleh ada warga miskin yang tidak terdata. Tidak boleh juga ada yang hanya pura-pura miskin terdata,” ungkapnya.

Untuk memperbaiki dan mengoreksi data, maka Dilan (Deng Ical-Fadli Ananda) sudah menetapkan program 100 hari. Ada tiga (3) program, yakni unifikasi data, pembuatan peta drainase dan reformasi birokrasi.

“Pembaruan atau unifikasi data inilah yang menjadi kunci. Selama ini ada kasus warga miskin tidak dapat BLT sementara yang tidak berhak justru dapat, itu karena persoalan data yang tidak akurat,” bebernya.

Maka dari itu, ia berharap, warga bisa meluangkan waktu untuk datang ke TPS masing-masing pada 9 Desember 2020. “Pilihmiki Deng Ical dan Fadli Ananda, karena hanya kami yang ingin jadi wali kota dan wakil wali kota untuk mengabdi dan melayani masyarakat,” tegasnya disambut pekik “menang!” oleh warga yang hadir.(*)


BACA JUGA