Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin

Ada Jurnalis Perempuan Dilecehkan, Balai Kota Disebut Banyak Dihuni ‘Setan’

Jumat, 06 November 2020 | 18:07 Wita - Editor: Dilla Bahar - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM – Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin merespon perihal adanya jurnalis perempuan yang dilecehkan di Balai Kota. Pelecehan itu diduga dilakukan oleh seorang honorer Pemkot. 

“Bahayanya itu, tentu yang namanya pelecehan itu pelanggaran HAM. Itu tidak patut dilakukan, apalagi seorang pegawai Pemkot, baik itu ASN atau honorer,” ujarnya, Jumat (06/11/2020).

Ia berjanji akan memberi sanksi kepada bawahannya apabila terbukti melakukan pelecehan. Hal ini agar mencegah peristiwa tersebut tidak terulang kembali.

“Saya harap tidak terulang lagi, jangan diulang lagi. Sanksinya kan sudah jelas, silahkan kalau memang terbukti berarti ada proses yang mengatur,” tegasnya.



Kata Rudy, tindakan pelecehan bisa disebabkan beberapa faktor. Bisa saja pegawai yang bersangkutan sementara khilaf atau dalam godaan setan.

“Seharusnya kita memberi contoh, saya kurang paham ada pelecehan itu tapi mungkin khilaf, godaan setan. Banyak setan di Balai Kota itu,” katanya.

Sementara, Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Basri Rahman yang dikonfirmasi terpisah mengaku telah memberi instruksi. Ini untuk melacak identitas tenaga honorer yang melakukan pelecehan terhadap jurnalis perempuan di Balai Kota Makassar melalui kamera pengintai atau CCTV.

“Saya sudah sampaikan lacak itu identitasnya supaya saya bantu. Kalau tidak di tahu identitasnya saya tidak bisa buat apa-apa,” kata Basri.

Basri menilai pelecehan tersebut sudah merusak dan mencemarkan nama baik institusi pemerintah. Olehnya, hal itu perlu ditindak secara tegas. (*)


BACA JUGA