Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI dan Dokter Fadli Ananda telah menyiapkan sejumlah trik dalam mengikuti debat publik yang berlangsung di studio Kompas TV malam ini, Sabtu (7/11/2020)

Sebelum Debat, DILAN Siapkan Gagasan Besar

Sabtu, 07 November 2020 | 20:20 Wita - Editor: Andi Nita Purnama -

JAKARTA, GOSULSEL.COM — Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal MI dan Dokter Fadli Ananda telah menyiapkan sejumlah trik dalam mengikuti debat publik yang berlangsung di studio Kompas TV malam ini, Sabtu (7/11/2020).

Salah satu yang paling disiapkannya, yakni sebuah gagasan besar yang diperuntukkan untuk Kota Makassar dengan gaya pemerintahan yang sesuai jati diri Deng Ical dan Dokter Fadli.

“Akan ada gagasan besar yang dihadirkan oleh paslon nomor 3 dalam debat malam ini, salah satunya bagaimana cara Deng Ical selama belasan tahun menggeluti masalah dan mencarikan solusinya, yang dilakukan beliau selama menjadi Anggota DPRD dan Wakil walikota Makassar,” kata Jubir Dilan, Fariz Zainal beberapa jam sebelum debat.

Tak hajya itu, Deng Ical dan Dokter Fadli juga masih menyempatkan diri mendengarkan masukan warga Makassar, khususnya yang sedang merantau di Jakarta.



”Deng Ical dan Dokter Fadli itu tipikal orang yang senang mendengarkan, bukan mau didengarkan. Jadi mereka tetap lakukan itu meski di waktu-waktu seperti sekarang ini. Ini bukan hal baru, tapi sudah dilakukan sejak belasan hingga puluhan tahun karir mereka di birokrasi maupun di parlemen,” ujar Fariz.

Dengan rekam jejak dan pengalaman bekerja nyata yang dilakukan untuk masyarakat Kota Makassar ini, Paslon dengan tagline Somberena Makassar ini diyakini akan lebih lugas menyampaikan segala pernik tantangan dan solusi untuk warga serta memperlihatkan politik gaya milenial mereka

”Deng Ical dan Dokter Fadli dari Hulu ke hilir, dari A sampai Z sudah memahami secara detail tentang Kota Makassar. Sehingga dalam debat nantinya, Dilan akan lebih lugas menyampaikan tantangan dan solusi dengan gayanya yang sombere dan tentunya mudah dipahami oleh milenial,” ucap Fariz.(*)


BACA JUGA