illustrasi/int

Turunkan Positivity Rate Covid-19, Dinkes Makassar Siap Tambah Ribuan VTM

Jumat, 20 November 2020 | 18:16 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Agung Eka - Gosulsel.com

MAKASSAR, GOSULSEL.COM — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar tengah berupaya menurunkan angka positivity rate Covid-19. Ribuan Virus Transport Media (VTM) akan disediakan demi menekan angka tersebut.

VTM sendiri merupakan media untuk membawa spesimen sampel lendir hidung dan tenggorokan satu pasien yang telah melalui uji swab. Selanjutnya sampel tersebut dibawa menggunakan VTM ke laboratorium tersertifikasi untuk diuji lebih lanjut apakah positif atau negatif Covid-19. 

Keberadaan VTM diklaim sangat penting dalam mendeteksi virus. Sebab, mampu dengan cepat mengeluarkan hasil diagnosa. Angka positivity rate yang cepat diketahui dan dapat ditangani pun tak terlepas dari peran VTM. 

Olehnya, Kasi Pelayanan Primer dan Tradisional Diskes Makassar, dr Nursaidah mengaku bahwa VTM perlu ditambahkan di 47 Puskemas. Adapun target positivity rate yang ingin dicapai dari penambahan media itu ialah di bawah 5 persen.



“Kan sebenarnya untuk mencapai positivity rate di bawah 5% itu harus ki gelontoran 1500 per Minggu, yang kemarin 1000 ji. Nah kalau memang hasilnya bagus. Minggu depan saya bikin lagi 1500,” jelas wanita yang akrab disapa Ida ini, Jumat (20/11/2020).

Selama ini, kata Ida, pihaknya hanya menyediakan VTM dengan jumlah berkisar 1000. Pasalnya, pihaknya sebelumnya tak ingin terburu-buru untuk menambahnya tanpa ada hasil yang bagus.

“Ini kemarin 1.000 saya masukkan, makanya saya evaluasi dulu. Baruka mulai ini karena untuk mencapai positivity rate itu baruka mulai ini, kalau ada mi ini hasilnya 1000 dan kita lihat positivity rate 6 persen berarti luar biasa,” papar Ida.

Namun, pihaknya memastikan bakal menambah VTM. Bahkan, diungkapkan Ida, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel pun siap membantu pihaknya dalam menyediakan VTM. Agar lebih banyak orang yang ikut tes swab.

“Ku bikin lagi 1500 VTM, provinsi siap membantu untuk logistik PTM,” lanjutnya.

“Harus jor-joran juga, logistik juga. Kalau ada logistik siap banyak, kami siap. Karena sebenarnya ada 2 hal, bagaimana pasien itu didapat dengan tes massif. Kalau memang sudah jalan semua, dan hasilnya sedikit yang didapat, berarti memang penularan itu sudah bisa diatasi,” tutup Ida.(*)


BACA JUGA