Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa menggelar kegiatan bersua museum di Museum Balla Lompoa. Senin (14/12/2020)

Lestarikan Peninggalan Sejarah di Balla Lompoa, Disparbud Gowa Adakan Bersua Museum

Senin, 14 Desember 2020 | 14:11 Wita - Editor: Dilla Bahar -

GOWA, GOSULSEL.COM–Dalam rangka memperkenalkan dan melestarikan peninggalan sejarah yang ada di museum Balla Lompoa, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Gowa menggelar pameran dan lokakarya Bersua Museum. Senin (14/12/2020)

Sekretaris Disparbud Gowa, Nasrun mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada para pelajar SMP dan SMA agar tidak melupakan sejarah di tanah kelahirannya sendiri. Menurutnya, museum Balla Lompoa merupakan salah satu kunci bagaimana masyarakat bisa mengenal dan melestarikan benda-benda yang ditinggalkan pahlawan jaman dulu.

“Kali ini juga melalui pertemuan ini kita akan memperkenalkan beberapa benda benda yang menjadi benda sejarah yang yang ada museum balla lompoa ini. Selama ini kan kita cuma memperlihatkan kadang-kadang setahun sekali berupa acara Accera Kalompoang,” jelasnya.

Tak hanya itu, Disparbud juga mengundang beberapa pemerhati sejarah dan budaya yang ada di Kabupaten Gowa untuk memberikan pengetahuan tentang esensi keberadaan museum Balla Lompoa.



“Kita akan lebih memperkenalkan sekaligus juga lebih mengasah pengetahuan kita dengan menghadirkan beberapa pemerhati budaya dan sejarah agar supaya tujuan dari esensi keberadaan museum ini lebih mengedepankan persoalan pendidikannya,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten II Pemerintah Kabupaten Gowa, Muh Irwan memeberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Pariwisata yang telah menyelenggarakan acara tersebut. Menurutnya, museum harus dijadikan tempat belajar dan menimba ilmu terutama bagi pelajar atau generasi muda di Indonesia, khususnya di Kabupaten Gowa.

“Jadi kita berharap bahwa apa yang dilakaukan ini bisa lebih mengenal daripada pahlawan kita di museum balla lompoa ini karena sekarang ini kan generasi muda kita sudah banyak melupakan. Sehingga kita buat kegiatan seminar pada hari ini,” ujarnya.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian acara diantaranya, belajar di museum, pemeran temporer, serta lomba karya tulis ilmiah, seminar dan lokakarya.(*)


BACA JUGA