Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Ir Adenan Rasyid bersama staf meninjau titik pertemuan air dari Sungai Jenelata dan Sungai Jeneberang, Jumat, 18 Desember 2020. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun mengguyur beberapa hari terakhir membuat debit air sungai meningkat

Debit Air Meningkat, Bendungan Bili-Bili Masih Aman

Sabtu, 19 Desember 2020 | 10:11 Wita - Editor: Andi Nita Purnama - Reporter: Rusli - GoCakrawala

GOWA, GOSULSEL.COM — Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir mulai berpengaruh terhadap kondisi air di Bendungan Bili-Bili, Gowa.

Tingkat elevasi bertambah seiring meningkatnya volume debit air Sungai Jeneberang yang mengalir masuk ke waduk terbesar di Sulsel itu. 

pt-vale-indonesia

Meski demikian, hal itu tak perlu dicemaskan. Walau terjadi peningkatan elevasi air, kondisi Bendungan Bili-Bili masih aman. 

“Alhamdulillah kondisi Bendungan Bili-Bili masih aman. Elevasi air masih jauh di bawah ambang normal,” ujar Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS-PJ) Ir Adenan Rasyid kepada Go Cakrawala, Jumat, 18 Desember 2020 malam.

Saat dikonfirmasi, Adenan mengaku baru saja balik memantau kondisi Bendungan Bili-Bili dan bendung lainnya. Kata dia, elevasi air di Bendungan Bili-Bili saat ini yaitu 82,98 mdpl. 

“Masih jauh di bawah elevasi normal 99,5 mdpl,” sebut Adenan.

Menurutnya, peningkatan elevasi air di Waduk Bili-Bili masih sebatas wajar. Hal ini terjadi karena volume debit air dari Sungai Jeneberang yang masuk ke waduk meningkat akibat hujan deras di hulu.

Justru, lanjut dia, yang harus diwaspadai jika hujan deras masih terus berlangsung adalah aliran air dari Sungai Jenelata yang masuk ke Sungai Jeneberang. 

Pertemuan air dari Sungai Jenelatan dan Sungai Jeneberang, kata Adenan bisa berpotensi menimbulkan banjir di hilir. 

“Kalau Bili-Bili Insya Allah aman. Kondisi air Sungai Jeneberang juga terlihat stabil. Tetapi di hilir Jeneberang yang harus waspada. Karena Sungai Jenelata belum bisa dikendalikan,” ungkapnya. 

Adenan pun berharap pembangunan Bendungan Jenelata bisa segera terealisasi. Selain bisa mengendalikan aliran air Sungai Jenelata yang masuk ke Sungai Jeneberang, kapasitas Bendungan Jenelata juga berfungsi sebagai air baku, irigasi dan pembangkit listrik. 

“Kehadiran Bendungan Jenelatan akan menopang fungsi Bendungan Bili-Bili,” pungkas Adenan.(*)


BACA JUGA